Mengukur Kepuasan Pelanggan

Persyaratan Standar ISO 9001

Dalam standar ISO 9001:2015 klausul 9.1.2 mewajibkan perusahaan untuk mengukur kepuasan pelanggan. Perusahaan harus memantau persepsi pelanggan tentang sejauh mana kebutuhan dan harapannya telah terpenuhi. Apa saja yang harus perusahaan lakukan dalam mengukur kepuasan pelanggan?:

  1. Perusahaan harus menentukan mekanisme untuk memperoleh, memantau dan meninjau data dan informasi mengenai kepuasan pelanggan. Salah satu mekanismenya adalah dengan melakukan survey kepuasan pelanggan.

Pemahaman terhadap kebutuhan dan harapan pelanggan adalah syarat untuk mencapai kepuasan pelanggan dan peningkatan mutu. Pemahaman ini dapat dilakukan secara reaktif ataupun juga secara proaktif perusahaan mencari informasi mengenai kepuasan pelanggan.

  1. Survey Kepuasan Pelanggan dapat dikategorikan cara proaktif perusahaan untuk mendapatkan informasi mengenai produk dan layanannya dari pelanggan.

Cara ini menjaring informasi dari pelanggan dengan bertanya langsung kepada pengguna produk dan layanan. Mengukur kepuasan pelanggan ini harus dilakukan secara periodik sehingga secara kontinu memberikan masukan kepada manajemen. Survey dapat dilakukan oleh pihak ketiga yang independen untuk mendapatkan data yang akurat.

  1. Dalam mengukur kepuasan pelanggan umumnya melakukan pengukuran terhadap: Keandalan Produk dan Layanan.

Keandalan produk dan layanan misalnya : kemampuan produk digunakan sesuai spesifikasi teknisnya, kecepatan waktu pelayanan kepada pelanggan dsb. Aspek lain yang dapat diukur adalah Ketanggapan yaitu bagaimana kemampuan perusahaan menangani masalah yang timbul, hal ini termasuk kecapatan penanganan keluahan pelanggan.

  1. Aspek lain yang dapat diukur adalah Keyakinan Pelanggan terhadap produk dan layanan perusahaan,

Apakah pelanggan melihat produk yang dibelinya dapat beroperasi sesuai harapan. Atau pelanggan merasa yakin dengan kompetensi konsultan yang membantunya. Mengenai Layanan lebih jauh dapat juga diukur mengenai Empati, yaitu bagaiman seluruh staf perusahaan memberikan perhatian penuh utnuk dapat membantu pelanggan terhadap penggunaan produk dan layanan ataupun saat mempunyai masalah.

  1. Khusus industri pelayanan seperti bank, hotel, perusahaan transportasi dsb, aspek lain yang dapat diukur adalah kebersihan, kerapian dan wujud lainnya yang dapat dirasakan secara langsung oleh pelanggan.

Mengukur kepuasan pelanggan biasanya menggunakan ukuran skala likert mulai dari tingkat 1 : pelanggan tidak puas, tingkat 2 : pelanggan cukup puas sampai dengan tingkat 5 dimana pelanggan merasa sangat puas dengan produk dan jasa layanan perusahaan.

  1. Dengan mendapatkan data tingkat layanan dan tingkat kepentingan, perusahaan harus melakukan analisis data kepuasan pelanggan.

Apabila tingkat kepentingan tinggi sedangkan tingkat layanan hasilnya rendah, inilah yang menjadi prioritas utama tindakan perbaikan. Sedangkan apabila tingkat kepentingan tinggi dan tingkat layanan tinggi, maka perusahaan harus mempertahankan kinerjanya untuk mempertahankan kepuasan pelanggan.

  1. Cara berikutnya untuk mengukur kepuasan pelanggan adalah dengan membuat divisi pelayanan pelanggan atau yang biasa kita kenal dengan Customer Service.

Pendekatan ini dapat dibilang cara aktif perusahaan untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Namun tujuan utama dari pembentukan Customer Service biasanya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pelanggan mengenai produk dan layanan, namun tidak secara khusus menanyakan kebutuhan dan harapan pelanggan.

  1. Menampung keluhan pelanggan adalah cara reaktif perusahaan untuk memahami kebutuhan dan harapan pelanggan.

Cara ini merupakan pemahanan terendah dari perusahaan untuk mengetahui informasi ini. Penanganan keluhan pelanggan adalah tindakan koreksi terhadap ketidakpuasan pelanggan.

Desain Survey Kepuasan Pelanggan

Dalam mengumpulkan data dan informasi kepuasan pelanggan, perusahaan dapat dibantu oleh Konsultan ISO 9001 untuk mendesain survey. Isi pertanyaan survey hendaknya mudah dipahami dan dapat dikuantifikasi oleh perusahaan. Perusahaan menentukan aspek-aspek yang akan diukur dalam survey kepuasan pelanggan.

Pada akhirnya kepuasan pelanggan ini menjadi masukan utama bagi manajemen untuk secara terus menerus melakukan perbaikan dan peningkatan mutu. Perusahaan harus memanfaatkan informasi dari pelanggan untuk melakukan penyempurnaan produk dan layanannya sesuai dengan salah satu persyaratan Evaluasi Kinerja standar ISO 9001:2015.

Konsultan ISO

Konsultan membantu Pengendali Dokumen ISO

Konsultan membantu Pengendali Dokumen ISO. Untuk mendistribusikan dokumen ISO 9001:2015 sebagai dokumen revisi dari dokumen ISO 9001:2018, Pengendali Dokumen melaksanakan :

  1. Membuat Usulan Perubahan dokumen ISO 9001:2015
  2. Mencetak master dokumen ISO 9001:2015
  3. Mengedarkan dokumen master ISO 9001:2015 untuk pemeriksaan oleh Penanggung Jawab Mutu
  4. Mengcopy master dokumen ISO 9001:2015 yang telah disahkan Manajemen sebanyak Bagian / Bidang yang akan menerima dokumen
  5. Memberi stempel dokumen ‘Terkendali’ pada salinan dokumenISO 9001:2015
  6. Memberi nomor salinan dokumen terkendali pada salinan dokumen ISO 9001:2015
  7. Mendistriibusikan kepada Bagian / Bidang yang akan menerima salinan terkendali dokumen ISO 9001:2015 dengan menggunakan form Distribusi Dokumen dan Pengumuman Perubahan Dokumen
  8. Menarik salinan dokumen ISO 9001:2018 dari masing-masing Bagian / Bidang yang sudah kadaluarsa
  9. Memusnahkan salinan dokumen ISO 9001:2008 yang sudah ditarik dari masing-masing Bagian / Bidang
  10. Memberi stempel dokumen ‘Kadaluarsa’ pada master dokumen ISO 9001:2008 dan disimpan.
  11. Mengupdate Daftar Induk Dokumen

Konsultan ISO | Cipta Mutu Prima

Peningkatan Mutu Pelatihan ISO

Program Peningkatan Mutu Konsultan ISO. Melaksanakan Pelatihan Audit Internal ISO 9001:2015. Tujuan pelatihan untuk menambah Auditor Internal baru dan meningkatkan kompetensi Auditor Internal yang sudah ada.

Tahapan Program Peningkatan Mutu

  1. Merencanakan Pelatihan Audit Internal ISO 9001:2015.
  2. Melaksanakan Pelatihan Audit Internal ISO 9001:2015.
  3. Melakukan evaluasi efektifitas Pelatihan Audit Internal ISO 9001:2015.
  4. Memberikan penugasan Auditor Internal baru untuk melaksanakan Audit Internal ISO 9001:2015.

Konsultan ISO 9001 memberikan pelatihan kepada Auditor ISO 9001:2015 yang akan melaksanakan audit berdasarkan persyaratan standar ISO 9001 terbaru. Fokus audit adalah bagaimana organisasi menetapkan risiko mutu dan tindakan untuk mengendalikannya.

Jika Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 telah diterapkan secara efektif, tindakan mitigasi untuk menurunkan tingkat risiko ini harus ditinjau secara periodik untuk memberikan masukan kepada Manajemen. Apakah identifikasi dan penanganan risiko mutu telah efektif untuk menurunkan tingkat risiko mutu yang ada?.

Efektifitas penerapan Sistem Manajemen Mutu sangat tergantung dari pelaksanaan Audit Internal. Audit Internal adalah tahap pemeriksaan untuk memastikan pelaksanaan proses telah sesuai dengan apa yang direncanakan.

Hasil Audit Internal memberikan masukan proses yang sudah sesuai dengan rencana dan juga adanya penyimpangan yang dapat mempengaruhi mutu produk dan atau layanan.

Dalam siklus PDCA yang mewajibkan perusahaan untuk melakukan perencanaan, melaksanakan rencana, memeriksa apakah pelaksanaan telah sesuai dengan rencana. Apabila ada penyimpangan maka dilakukan tindakan perbaikan.

Jadi dalam tahap PDCA, Internal Audit adalah tahap C atau pemeriksaan yang akan menentukan tindakan perbaikan atau peningkatan Sistem Manajemen Mutu.

Konsultan ISO 9001:2015 | Cipta Mutu Prima

Tupoksi Tim ISO

Dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu perusahaan harus menetapkan Tim ISO 9001:2015. Apa saja tugas tanggung jawabnya? agar dapat menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 secara efektif apakah perlu mengikuti pelatihan?.

Tim ISO 9001:2015 Perusahaan terdiri dari :

  1. Penanggung Jawab ISO. Dengan dihilangkannya jabatan Wakil Manajemen, maka kewenangan dan tanggung jawab ISO menjadi tanggung jawab Pimpinan Puncak. Tanggung jawab ini didelegasikan kepada masing-masing Manajer Bagian. Penanggung jawab ISO harus memiliki kompetensi ISO yaitu telah mengikuti Pelatihan Pemahaman Persyaratan Standar.
  2. Auditor Internal. Jabatan ISO ini harus memiliki kompetensi untuk melaksanakan audit internal mulai dari persiapan sampai dengan menuliskan laporan audit internal. Auditor Internal ISO harus memiliki kompetensi ISO yaitu telah mengikuti Pelatihan Auditor Internal ISO.
  3. Pengendali Dokumen. Jabatan ISO ini memiliki tanggung jawab untuk mengendalikan seluruh dokumentasi ISO. Mulai dari menerbitkan, mendistribusikan, merevisi, menarik dokumen kadaluarsa dsb. Pengendali Dokumen harus memiliki kompetensi ISO yaitu telah mengikuti Pelatihan Dokumentasi ISO.

Konsultan ISO 9001:2015 memberikan pelatihan ISO dalam rangka memastikan kompetensi Tim ISO 9001 untuk dapat menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 secara efektif.

Tugas dan peran Tim ISO 9001:2015 adalah sebagai rekan kerja Konsultan tempat transfer pengetahuan sehingga Tim ISO dapat menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 secara efektif.

Tim ISO 9001:2015 terdiri dari perwakilan dari masing-masing Bagian yang masuk dalam ruang lingkup Sertifikasi ISO 9001:2015. Konsultan ISO akan memberikan Sertifikat Pelatihan Pemahaman Persyaratan ISO 9001:2015 dan Sertifikat Audit Internal kepada Tim ISO 9001:2015.

Isu Internal dan Eksternal

Bagaimana Menentukan Isu Internal dan Eksternal. Dalam penerapan ISO 9001:2015 organisasi diwajibkan untuk menetapkan isu internal dan eksternal dalam rangka memahami konteks organisasi. Dalam menentukan isu internal dan eksternal organisasi dapat mengacu kepada Rencana Strategis organisasi.

Isu internal dan eksternal adalah persyaratan klausul 4 tentang Konteks Organisasi. Perusahaan diminta untuk memahami lingkungan bisnisnya. Siapa pelanggan, pemasok, pesaing dan juga persyaratan Pemerintah.

Analisis Lingkungan Bisnis termasuk memahami isu internal dan eksternal perusahaan dan bagaimana memonitornya. Auditor ISO 9001 akan menanyakan bagaimana Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 mengendalikan isu internal dan ekstenal ini.

Beberapa perusahaan menggunakan Analisis SWOT untuk dapat memahami lingkungan bisnisnya. Dengan menetapkan tindakan untuk masing-masing kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman baik dari internal maupun eksternal Perusahaan.

Dalam penetapan Rencana Strategis perusahaan organisasi akan membahas :

  • Visi Misi
  • Analisis Lingkungan Bisnis (SWOT)
  • Kekuatan dan Kelemahan (Internal)
  • Peluang dan Ancaman (Eksternal)
  • Rencana Strategis : Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program dan Kegiatan

Berdasarkan Rencana Strategis maka organisasi dapat menetapkan isu internal dan eksternal. Keselarasan Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program dan Kegiatan dapat juga terkait dengan Sasaran Mutu organisasi yang biasanya telah ditetapkan.

Organisasi juga perlu mengkaji hubungan isu internal dan eksternal dengan risiko dan peluang yang juga merupakan persyaratan standar ISO 9001:2015. Isu Internal dan eksternal ini pada akhirnya harus diukur dan ditinjau dalam Rapat Tinjauan Manajemen.

Hubungi Cipta Mutu Prima Konsultan ISO Terpercaya yang memberikan jaminan lulus sampai dengan sertifikasi untuk penerapan ISO 9001:2015.

Rapat Tinjauan Manajemen

Konsultan ISO 9001:2015 – Rapat Tinjauan Manajemen harus dilaksanakan perusahaan untuk melaporkan efektifitas penerapan Sistem Manajemen Mutu kepada Manajemen.

Ada perubahan agenda Rapat Tinjauan Manajemen dari standar ISO 9001:2008 dibandingkan dengan standar ISO 9001:2015

Agenda Rapat Tinjauan Manajemen

Salah satu agenda yang dibahas adalah seberapa efektif penerapan manajemen risiko untuk mencegah terjadinya potensi ketidaksesuaian yang akan mempengaruhi mutu produk dan layanan.

Konsultan ISO Jakarta membantu perusahaan melaksanakan rapat tinjauan manajemen secara efektif sesuai standar.

Manajemen melaksanakan Rapat Tinjauan Manajemen dengan agenda presentasi dan pembahasan berikut:

  1. Status tindakan dari tinjauan manajemen terdahulu
  2. Perubahan dalam isu internal dan eksternal
  3. Informasi kinerja Sistem Manajemen Mutu:
    • Kepuasan Pelanggan
    • Sasaran Mutu
    • Kinerja Proses dan Kesesuaian Produk
    • Ketidaksesuaian dan Tindakan Koreksi
    • Hasil Pemantauan dan Pengukuran
    • Hasil Audit
    • Kinerja Penyedia Eksternal
  4. Kecukupan Sumber Daya
  5. Efektivitas tindakan menangani risiko dan peluang
  6. Peluang untuk perbaikan

Keputusan Rapat Tinjauan Manajemen dapat berupa:

  1. Peluang peningkatan berkesinambungan
  2. Perlunya Perubahan Sistem Manajemen Mutu
  3. Kebutuhan sumber daya

Penanggung Jawab Mutu mendistribusikan Notulen Rapat Tinjauan Manajemen. Apabila keputusan Rapat Tinjauan Manajemen membutuhkan tindakan perbaikan maka Wakil Manajemen dapat mengeluarkan Laporan Ketidaksesuaian dan Tindakan Perbaikan.

Masing-masing Manajer Bagian melaksanakan tindak lanjut sesuai hasil rapat tinjauan manajemen dan Penanggung Jawab Mutu memantau pelaksanaan dan efektifitas tindak lanjut keputusan Rapat Tinjauan Manajemen.

Melaksanakan Audit Internal

Bagaimana Melaksanakan Audit Internal? Seringkali hal ini ditanyakan kepada Konsultan ISO 9001 mengenai bagaimana melakukan audit internal dengan baik?.

Menurut standar ISO audit internal merupakan salah satu persyaratan yang wajib dilaksanakan perusahaan dalam penerapan sistem manajemen.

Konsultan ISO memastikan dipersiapkannya beberapa hal terkait pelaksanaan audit internal dengan baik.

  1. Yang pertama, perusahaan harus mempunyai auditor internal yang kompeten. Auditor internal harus telah mengikuti pelatihan audit internal sehingga memahami prosesnya. Konsultan ISO melaksanakan pelatihan audit internal ini dalam rangka tahapan konsultansi yang dilakukan. Berapa banyak auditor yang harus dimiliki? Tidak ada ketentuan khusus berapa banyak auditor yang harus tersedia, namun pada umumnya dalam setiap pelaksanaan audit dapat melibatkan 5 sampai dengan 10 auditor. Tim audit ini dipimpin oleh Lead auditor. Jumlah auditor yang cukup banyak ini karena standar ISO mensyaratkan auditor internal tidak boleh melakukan pemeriksaan terhadap area kerjanya sendiri.
  2. Yang kedua, perusahaan harus membuat program audit internal. Jasa Konsultan ISO akan memastikan program ini mencakup seluruh klausul persyaratan standar ISO dan juga meliputi seluruh bagian yang masuk dalam ruang lingkup sertifikasi. Program audit ini menjelaskan berapa kali audit internal akan dilaksanakan dalam satu tahun. Program ini juga menjelaskan jadwal pelaksanaan audit internal yang direncanakan. Audit internal bukan merupakan kegiatan pemeriksaan mendadak. Karena itu audit internal adalah kegiatan pemeriksaan yang terjadwal yang disetujui oleh manajemen dan juga auditor dan pihak auditee.
  3. Yang ketiga, auditor harus melakukan persiapan audit internal. Tidak ada audit yang dilaksanakan apabila tidak dilakukan persiapan dengan baik. Persiapan ini adalah membentuk tim audit internal yang akan melaksanakan proses audit. Tim ini akan membaca seluruh dokumentasi yang akan diaudit dan menyiapkan check list atau daftar periksa. Daftar periksa ini akan membantu auditor dalam melaksanakan audit. Selain itu daftar periksa atau check list ini juga berfungsi sebagai lembar kerja untuk menuliskan seluruh dokumen yang diperiksa dan fakta yang ditemukan selama proses audit.
  4. Yang keempat, Auditor harus membuat laporan audit internal berdasarkan kertas kerja yaitu check list yang telah terisi dengan data dan fakta pada saat audit. Laporan audit berisi summary penerapan sistem manajemen. Klausul mana yang sudah baik dan klausul mana yang perlu ditingkatkan. Ada temuan audit yang berupa ketidaksesuaian atau non-conformances yang harus ditindaklanjuti dengan tindakan perbaikan oleh bagian yang diaudit. Selain itu ada juga observasi atau opportunity for improvement yang sebaiknya ditindaklanjuti oleh auditee atau bagian yang diaudit
  5. Yang terakhir, Lead auditor mempresentasikan hasil audit internal kepada manajemen. Laporan ini dapat dilakukan dalam rapat tinjauan manajemen dan memutuskan apakah sistem manajemen telah diterapkan secara efektif. Konsultan ISO 9001 memastikan seluruh persyaratan diaudit dan disampaikan efektifitas penerapannya. Manajemen memberikan masukan mengenai laporan audit dan dapat digunakan sebagai langkai peningkatan pada proses audit selanjutnya.
Training ISO

Persyaratan Konteks Organisasi Risiko Peluang

Berikut ini contoh mengembangkan dokumentasi untuk memenuhi persyaratan standar terbaru ISO 9001:2015 untuk ruang lingkup Bagian Tata Usaha Fakultas Perguruan Tinggi :

Konteks Organisasi | Tata Usaha Perguruan Tinggi

Persyaratan dan Harapan Pihak Terkait

  1. Pemerintah : Kesesuaian dengan Peraturan dan Undang-undang
  2. Mahasiswa : Memberikan pelayanan Tata Usaha sesuai Prosedur
  3. Universitas : Koordinasi dalam pelaksanaan proses terkait Rektorat
  4. Pemasok : Menjalin kerjasama yang memberikan nilai tambah
  5. Masyarakat : Memberikan informasi mengenai Fakultas

Konsultan ISO 9001 | Isu Internal dan Eksternal

Isu internal dan eksternal

  1. Ketepatan waktu pembayaran honor
  2. Ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan
  3. Ketepatan waktu kenaikan pangkat
  4. Pelaksanaan pemeliharaan sarana prasarana
  5. Ketepatan jadwal dan ruang kuliah

Konsultan ISO 9001 | Risiko dan Peluang

Risiko dan Peluang

  1. Meningkatkan ketepatan waktu pembayaran honor
  2. Meningkatkan ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan
  3. Meningkatkan ketepatan waktu kenaikan pangkat
  4. Meningkatkan pelaksanaan pemeliharaan sarana prasarana
  5. Meningkatkan ketepatan jadwal dan ruang kuliah

Konsultan ISO 9001:2015

Daftar Periksa Sarana Prasarana

Daftar Periksa Sarana Prasarana – Apa saja yang diaudit jika anda di Bagian Umum yang bertanggung jawab terhadap Sarana Prasarana atau infrastruktur perusahaan? Konsultan ISO akan memastikan mengembangkan Prosedur Perawatan dan Perbaikan Sarana Prasarana untuk dapat memenuhi persyaratan standar ISO.

Sarana Prasarana atau Infrastruktur menurut standar ISO 9001:2015 klausul 7.1.3 harus menentukan,   menyediakan   dan  memelihara infrastruktur yang diperlukan untuk pengoperasian proses-prosesnya dan untuk  mencapai  kesesuaian  produk  dan jasa.

Sarana Prasarana atau Infrastuktur dapat mencakup: bangunan dan sarana terkait, peralatan, termasuk perangkat keras dan lunak, sumber daya transportasi dan teknologi informasi dan komunikasi.

Daftar Periksa Sarana Prasarana – Konsultan ISO 9001

Beberapa data yang harus disiapkan oleh Bagian Umum dalam rangka menunjukkan pemeliharaan infrastuktur diantaranya :

I. Formulir Daftar Sarana Prasarana, menjelaskan seluruh peralatan yang dimiliki perusahaan untuk merealisasikan produk dan layanannya kepada Pelanggan.

II. Formulir Jadwal Perawatan Sarana Prasarana, menjelaskan program perawatan yang dilakukan untuk memastikan peralatan selalu dalam kondisi baik.

III. Formulir Laporan Kerusakan Sarana Prasarana, menjelaskan kegiatan perbaikan sarana prasarana yang dilaporkan rusak oleh Bagian yang menggunakannya.

IV. Formulir Kartu Riwayat Perawatan Perbaikan Sarana Prasarana , menjelaskan riwayat perawatan dan perbaikan terhadap peralatan terkait.

V. Formulir Perawatan Alat Transportasi, Alat Komunikasi dan Teknologi Informasi menjelaskan perawatan terhadap perawatan transportasi, alat komunikasi dan teknologi informasi yang digunakan oleh perusahaan.

Konsultan ISO 9001 – Daftar Periksa Sarana Prasarana

Kategori Temuan Audit ISO

Apa saja kategori temuan audit ISO? Pada umumnya Badan Sertifikasi membagi temuan auditnya menjadi beberapa kategori yaitu sebagai berikut :

1. Kesesuaian (Compliance/Conformance)

Yaitu temuan audit yang menunjukkan bahwa perusahaan telah melaksanakan proses sesuai dengan Prosedur yang telah ditetapkan. Ini maksudnya adalah selama audit, auditor meminta bukti-bukti penerapan Sistem Manajemen, misalnya pembuktian proses pelatihan. Auditor akan memeriksa Program Pelatihan Tahunan, kemudian akan meminta bukti pelaksanaan dari pelatihan yang telah direncanakan dalam Program Pelatihan.

Auditor juga akan memeriksa sertifikat pelatihan dari beberapa sampling karyawan yang mengikuti. Terakhir audit meminta bukti evaluasi efektifitas pelatihan. Nah dari keseluruhan dokumentasi yang diminta, Bagian HRD mampu untuk menunjukkan bukti-bukti penerapannya, sehingga auditor berkesimpulan pada klausul Sumber Daya pada ISO 9001:2015 telah terpenuhi.

2. Ketidaksesuaian (Non Compliance/Non Conformance)

Yaitu temuan yang menunjukkan bahwa perusahaan belum melaksanakan proses sesuai dengan Prosedur. Misalnya audit pada area Pengendalian Dokumen, auditor meminta Daftar Induk Dokumen kemudian bertanya mengenai Prosedur apa saja yang telah mengalami revisi.

Pengendali Dokumen tidak bisa menunjukkan mekasnisme revisi dokumen yang telah ditetapkan. Misalnya Prosedur Produksi telah mengalami revisi pada tanggal 01 Maret 2018, namun tidak ada form usulan perubahan dokumen yang diisi sesuai persyaratan yang dinyatakan prosedur. Ini perarti terjadi penyimpangan terhadap prosedur.

Contoh lain dalam prosedur Pembelian dinyatakan bagian Gudang harus melakukan pemeriksaan kedatangan barang dan menuliskan dalam Receiving Report. Dari beberapa sampling yang dilakukan oleh Badan Sertifikasi ke Bagian Gudang, tidak dapat ditunjukkan dokumen Receving Report untuk beberapa bahan baku produksi yang diterima selama bulan Februari 2018.

Hal ini merupakan penyimpangan terhadap Prosedur dan akan menghasil Laporan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (LTPP) yang harus dilaksanakan perusahaan untuk dapat segera memperbaiki pelaksanaan. LTPP juga merupakan dokumentasi hasil pelaksanaan kegiatan yang terkait dengan temuan Audit Internal yang harus tersimpan dengan baik.

Apa yang harus dilakukan terhadap LTPP?. Konsultan ISO akan membantu perusahaan, pada contoh di atas Pengendali Dokumen harus melakukan perbaikan dengan membuat Usulan Perubahan Dokumen terhadap revisi Prosedur Produksi. Untuk mencegah terulangnya ketidaksesuaian, maka Pengendali Dokumen harus secara konsisten membuat Usulan Perubahan Dokumen pada setiap ada perubahan atau revisi prosedur.

Dalam contoh kasus berikutnya, Bagian Gudang juga harus secara konsisten melakukan pemeriksaan kedatangan barang dan menuliskan hasilnya di Receiving Report. Kedua komitmen ini harus dituliskan dalam LTPP sehingga kemudian Manajemen dapat menutup temuan audit setelah memeriksa Tindakan perbaikan telah dilaksanakan secara efektif.

3. Observasi (OFI – Oppotunity For Improvement)

Yaitu saran auditor terhadap pelaksanaan kegiatan untuk meningkatkan efektifitas dan atau mutu pelaksanaan kegiatan terkait. Observasi dapat juga tindakan pencegahan auditor terhadap suatu proses yang kalau tidak dilakukan perbaikan akan menimbulkan ketidak sesuaian.

Contoh misalnya di Bagian Pemeliharan Mesin, saat ini belum semua peralatan mesin mempunyai kode identifikasi sehingga menyulitkan Bagian Pemeliharaan untuk melakukan mampu telusur terhadap seluruh mesin yang ada dalam suatu manfaktur. Saran Observasi ini tidak harus dilaksanakan oleh perusahaan, namun apabila dilaksanakan lebih baik karena kemudian perusahaan mempunyai identifikasi yang unik untuk memastikan seluruh mesin telah dilakukan tindakan pemeliharaan yang terjadwal.

Observasi ini juga merupakan tindakan pencegahan terhadap potensi ketidaksesuaian, karena apabila perusahaan telah memberikan identifikasi yang unik untuk setiap mesin dan peralatan maka akan memudah Bagian Pemeliharaan untuk memonitor tugas pokok fungsinya.

Konsultan ISO 9001 akan membantu tindakan perbaikan temuan audit ISO yang dapat dikategorikan sebagai Kesesuaian, Ketidaksesuaian dan Observasi harus memberikan nilai tambah bagi perusahaan sehingga Sistem Manajemen yang diterapakan dan Audit Internal yang dijalankan dapat memberikan manfaat positif bagi perusahaan untuk memastikan produk dan layanannya kepada pelanggan.

Sejarah Perkembangan Standar ISO 9001

Sejarah ISO 9001

Sejak diterbitkannya standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 di tahun 1987, perusahaan yang ingin memastikan mutu produk dan layanannya mulai menerapkan standar ini. Tujuan utama dari penerapan sistem manajemen mutu ini adalah untuk memastikan tercapainya kepuasan pelanggan dan peningkatan berkesinambungan.

Standar ISO 9001:2015 adalah standar generasi ke lima yang menekankan pada pengendalian risiko yang dapat mempengaruhi mutu produk dan layanan perusahaan. Persyaratan baru ini mewajibkan perusahaan untuk melakukan analisis risiko dan menetapkan pengendaliannya.

Perkembangan ISO 9001 – Konsultan ISO 9001

Standar ISO 9001:2015 juga mewajibkan perusahaan untuk mengidentifikasi peluang yang dapat meningkatkan mutu produk dan layanan. Dengan persyaratan ini perusahaan dapat secara berkesinambungan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses dalam mencapai tujuannya.

Standar ISO 9001:2015 memperbesar keterlibatan manajemen puncak yang harus melakukan analisis konteks perusahaan dengan menetapkan isu internal dan isu eksternal. Isu internal dan eksternal ini harus dimonitor secara periodik untuk memastikan kecukupan Sistem Manajemen Mutu.

Dokumentasi Wajib ISO 9001

Perusahaan yang ingin menerapkan ISO 9001 harus mengembangkan dokumentasi wajib ISO 9001 yang terdiri dari : Kebijakan Mutu, Sasaran Mutu, Prosedur Wajib dan Rekaman Wajib. Dokumentasi ISo 9001:2015 ini diterapkan pada ruang lingkup sertifikasi ISO 9001 yang direncanakan manajemen.

Untuk memastikan efektifitas penerapan Sistem Manajemen Mutu, perusahaan harus melaksanakan kegiatan Audit Internal yang dilaksanakan secara periodik. Auditor ISO 9001 dari Badan Sertifikasi yang ditunjuk akan melakukan audit untuk memastikan perusahaan mendapatkan rekomendasi Setifikat ISO 9001:2015.

Membuat Kebijakan Mutu

Konsultan ISO 9001 membantu membuat kebijakan mutu perusahaan. Kebijakan mutu adalah pernyataan formal manajemen mengenai kebijakan dan tujuan penerapan ISO 9001. Apa saja yang biasanya dinyatakan dalam kebijakan mutu?

A. Mencapai Kepuasan Pelanggan

Kata kunci pertama yang biasanya ada dalam Kebijakan Mutu adalah mencapai kepuasan pelanggan. Jadi manajemen hendak menyampaikan kepada seluruh karyawan bahwa tujuan akhir dari penerapan ISO 9001 adalah mencapai kepuasan pelanggan. Pelanggan adalah orang yang paling penting di dalam organisasi sehingga seluruh aktifitas dan usaha yang dilakukan adalah memenuhi apa yang diharapkan oleh pelanggan. Mencapai kepuasan pelanggan diukur dengan index kepuasan pelanggan. Konsultan ISO 9001 membantu perusahaan untuk melakukan survey kepuasan pelanggan untuk mengukur persepsi pelanggan terhadap produk dan layanan yang dihasilkan. Dengan adanya ukuran yang jelas sebagai indikator kinerja penerapan ISO 9001, maka perusahaan akan selalu meningkatkan mutu produk dan layanan untuk mencapai Kebijakan Mutu yang telah ditetapkan.

B. Menerapkan ISO 9001 Secara Konsisten

Kata kunci kedua yang biasanya ada dalam Kebijakan Mutu adalah menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 secara konsisten. Komitmen ini merupakan pernyataan manajemen untuk memenuhi seluruh persyaratan standar. Manajemen di masing-masing bagian menjalankan prosedurnya secara konsisten dan menyimpan rekaman mutu yang merupakan bukti kesesuaian proses dan produk yang dihasilkan dibandingkan dengan persyaratan atau spesifikasi mutu yang telah ditetapkan. Pernyataan menerapkan ISO 9001 secara konsisten berarti juga mendukung seluruh aktifitas yang menjadi sub komponen sistem manajmen mutu seperti pengukuran sasaran mutu, pelaksanaan audit internal dan juga termasuk mengendalikan seluruh rekaman mutu yang menjadi tanggung jawabnya. Konsultan ISO 9001 melakukan sosialisasi sehingga seluruh karyawan terlibat dan mendukung penerapan ISO 9001 secara efektif  dan konsisten.

Membuat Kebijakan Mutu ISO 9001 | Konsultan ISO 9001

C. Memastikan Kompetensi Karyawan

Hal berikutnya yang masuk ke dalam Kebijakan Mutu adalah komitmen manajemen terhadap pengembangan sumber daya manusia khususnya kompetensi. Dalam konsep Sistem Manajemen Mutu bukan hanya sistem dan prosedur yang penting namun juga karyawan sebagai pelaksana proses juga harus kompeten. Dengan pernyataan ini berarti perusahaan menaruh perhatian khusus terhadap program pelatihan karyawan. Setiap pelatihan yang masuk dalam program pelatian tahun harus dilaksankan dan juga dievaluasi efektifitasnya. Efektifitas pelatihan dinilai bukan hanya outputnya namun juga outcomes atau dampaknya terhadap perusahaan. Konsultan ISO 9001 memastikan setiap sen rupiah yang dikeluarkan oleh perusahaan harus daapt meningkatkan kompetensi karyawan dan memberikan nilai tambah yang positif bagi perusahaan. Dalam perusahaan jasa komitmen terhadap kompetensi karyawan ini menjadi sangat penting bagai pemastian mutu yang diinginkan oleh manajemen.

D. Merawat Sarana Prasarana

Sarana Prasarana merupakan hal penting dalam mendukung proses utama perusahaan. Kalau di perusahaan manufaktur seluruh mesin produksi pastilah kunci mencapai mutu produk. Karenanya komitmen manajemen untuk memelihara sarana prasarana adalah hal yang utama. Sedangkan di perusahaan jasa layanan seperti bank maka sarana prasarana langsung dinilai oleh pelanggan, seberapa banyak atm yang dimiliki bank yang dapat beroperasi melayani pelanggan akan sangat berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Misalnya di perusahaan penerbangan yang telah memiliki sertifikat ISO 9001 maka ketepatan waktu pemberangkatan, pesawat dan ruang tunggu adalah bagian dari komitmen merawat sarana prasaran. Konsultan ISO 9001 akan membantu perusahaan membuat program pemeliharaan sarana dan prasarana yang baik untuk memastikan kondisi yang baik dalam melakukan proses produksi dan memberikan pelayanan pelanggan.

E. Meningkatkan Sistem Manajemen Mutu

Komitmen yang juga harus ada dalam Kebijakan Mutu adalah meningkatkan Sistem Manajemen Mutu secara berkesinambungan. Peningkatan SMM ini harus dapat diukur dalam program peningkatan mutu dari masing-masing bagian yang harus mengusulkan apa yang ditingkatkan dalam unit kerjanya. Usulan peningkatan mutu ini akan ditinjau oleh manajemen dan disetujui untuk dilaksanakan. Meningkatkan SMM dapat juga berarti diantaranya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, meningkatkan sasaran mutu, menurunkan ketidaksesuaian produk dsb. Konsultan ISO 9001 membantu perusahaan menetapkan program peningkatan mutu tahunan yang akan menghasilkan peningkatan mutu berkesinambungan sebagai salah satu tujuan utama manajemen menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001.

Membuat Kebijakan Mutu ISO 9001 | Konsultan ISO 9001

Hubungi Cipta Mutu Prima di WhatsApp : 0811-8859-476 atau E-mail: ciptamutuprima@gmail.com dengan alamat : Beltway Office Park, Tower B Level 5, Suite 501 – Jl. Let Jend TB Simatupang No. 41, Jakarta 12550. Cipta Mutu Prima – Jasa Konsultan ISO 9001 Profesional Terpercaya di Jakarta.

Tags : Kebijakan Mutu, Konsultan ISO 9001, Membuat Kebijakan Mutu ISO 9001

Konsultan ISO 9001

Konsultan ISO 9001 – Cipta Mutu Prima. Dengan telah diterbitkannya standar Sistem Manajemen Mutu terbaru versi tahun 2015 oleh Organisasi International untuk Standarisasi (ISO), maka perusahaan diharapkan akan dapat memenuhi persyaratan standar ISO 9001:2015 ini.

Sistem Manajemen Mutu bertujuan untuk memastikan mutu produk dan jasa yang dihasilkan dapat memenuhi Persyaratan Pelanggan dalam rangka mencapai Kepuasan Pelanggan.

Konsultan ISO Integrasi Cipta Mutu Prima juga dapat membantu perusahaan mencapai sertifikasi ISO 9001:2015, ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan dan ISO 45001 Sistem Manajemen K3 untuk berbagai industri Manufaktur dan Jasa. Apabila saat ini perusahaan telah menerapkan ISO 9001:2015, maka diperlukan penyesuaian dokumentasi integrasi untuk dapat memenuhi persyaratan ISO 9001:2015, ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018.

Konsultan ISO 9001 akan merancang proses bisnis perusahaan dengan menggunakan pendekatan PDCA yang akan memastikan Perusahaan melakukan proses Perencanaan, Pelaksanaan, Pemeriksaan dan Peningkatan Mutu secara efektif. Peluang perbaikan dapat dilakukan dengan melakukan monitoring dan evaluasi proses yang dilaksanakan. Rekaman harus dipelihara untuk memberikan masukan data proses bagi kepentingan proses data analisis yang akan menghasilkan peningkatan mutu.

Konsultan ISO 9001 pada tahap awal akan melakukan analisis risiko mutu untuk memastikan potensi masalah apa saja yang mungkin terjadi dalam proses produksi atau operasi layanan perusahaan kepada Pelanggan. Tabel analisis risiko akan menjelaskan kategori risiko dan bentuk penanganannya. Untuk mencegah terjadinya risiko mutu dapat dibuat Prosedur untuk memastikan tahapan proses dilaksanakan dalam kondisi terkendali sehingga potensi risiko dalam proses tersebut tidak terjadi.

 

Konsultan ISO 9001 juga memastikan seluruh tingkat manajemen memahami Prinsip Manajemen Mutu, yang merupakan dasar dari persyaratan ISO 9001:2015. Salah satu Prinsip Manajemen Mutu ISO 9001:2015 adalah Kepemimpinan, dimana Manajemen Puncak harus menunjukkan komitmen untuk memastikan efektifitas penerapan ISO 9001:2015. Prinsip Manajemen Mutu ini juga mewajibkan Manajemen Puncak menentapkan Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu yang ingin dicapai dari penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015.

Tahapan Konsultasi ISO 9001

Tahap penting dalam penerapan ISO 9001:2015 adalah Pengembangan Dokumentasi dan Penerapan Sistem. Kedua tahap ini saling terkait, dimana pada tahap Pengembangan Dokumentasi akan dibentuk Tim ISO 9001 yang terdiri dari perwakilan Bagian yang akan masuk dalam ruang lingkup sertifikasi. Konsultan ISO 9001 merekomendasikan untuk melibatkan personil kunci di masing-masing Bagian untuk memudahkan tahap Penerapan Sistem, yang akan dimulai setelah seluruh dokumentasi disahkan oleh Manajemen Puncak.

Tahap penerapan sistem terdiri dari kegiatan sosialisasi kepada seluruh Bagian yang terlibat dalam penerapan ISO 9001:2015. Tingkat pemahaman karyawan terhadap standar dan prosedur akan menentukan efektifitas penerapan Sistem Manajemen. Konsultan ISO 9001 akan menyempurnakan Sistem Manajemen berdasarkan masukan dari seluruh karyawan untuk memastikan apa yang terdokumentasi dalam Prosedur telah sesuai dengan pelaksanaan operasionalnya.

Audit Internal merupakan salah satu persyaratan ISO 9001:2015 yang wajib dilaksanakan dalam tahap Penerapan Sistem.

Konsultan ISO 9001 akan memberikan pelatihan kepada Auditor Internal yang ditunjuk oleh manajemen. Tujuan utama Audit Internal adalah untuk memeriksa apakah Dokumentasi ISO 9001:2015 telah diterapkan secara efektif oleh seluruh Bagian. Laporan Audit Internal akan menjadi masukan manajemen untuk melakukan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan yang diperlukan. Hasil Audit Internal ini juga akan memberikan keyakinan kepada Badan Sertifikasi bahwa perusahaan mempunyai mekanisme internal untuk melakukan perbaikan mutu.

Konsultan ISO 9001 akan mendampingi perusahaan pada saat Audit Sertifikasi oleh Badan Sertifikasi yang ditunjuk. Audit sertifikasi dilakukan dalam dua tahap yaitu Audit Kecukupan Dokumen ISO 9001:2015 dan Audit Kesesuaian Penerapan ISO 9001:2015. Apabila ada temuan hasil Audit Badan Sertifikasi, maka Konsultan ISO 9001 akan membantu perusahaan untuk melakukan tindakan perbaikan yang dibutuhkan sampai dengan mendapatkan Perusahaan mendapatkan rekomendasikan Sertifikat ISO dari Badan Sertifikasi yang ditunjuk.

Setelah mendapat Sertifikat ISO, Badan Sertifikasi akan melakukan Audit Pemantauan setiap tahun untuk memastikan penerapan Sistem Manajemen Mutu masih dilaksanakan secara efektif oleh Perusahaan. Karenanya, Perusahaan harus dapat terus menunjukkan komitmennya dalam penerapan sistem dan mampu menunjukkan bukti-bukti penerapan ISO 9001:2015. Konsultan ISO 9001 dapat membantu Perusahaan pada proses pemeliharaan penerapan ISO 9001:2015 untuk tetap mempertahankan sertifikat ISO 9001:2015 yang telah diperoleh.

 

Biaya Konsultan ISO 9001

Berapa biaya Konsultan ISO 9001?

Cipta Mutu Prima memberikan harga terbaik yang dapat membantu Perusahaan untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 sampai dengan mencapai Sertifikat.

Cipta Mutu Prima memberikan hari konsultansi yang cukup untuk dapat melaksanakan tahapan Pengembangan Dokumentasi dan Penerapan Sistem secara efektif sehingga penerapan ISO 9001:2015 dapat memberikan nilai tambah terhadap kinerja dan pengendalian mutu produk dan jasa layanan Perusahaan kepada Pelanggan.

Hubungi kami Cipta Mutu Prima Konsultan ISO di Contact Phone: 0811-8859-ISO(476)

Cipta Mutu Prima | Konsultan ISO 9001

Konsultan ISO dan Halal

Cipta Mutu Prima adalah Konsultan ISO dan Halal Profesional Jaminan Lulus bagi perusahaan yang ingin menerapkan Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001), Kesehatan dan Keselamatan Kerja (ISO 45001), Lingkungan (ISO 14001), Keamanan Pangan (ISO 22000), Keamanan Informasi (ISO 27001), Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) serta meningkatkan kinerja sampai dengan mendapatkan Sertifikasi ISO dan Sertifikasi Halal.

Cipta Mutu Prima juga telah membantu perusahaan untuk menerapkan Sistem Manajemen Integrasi (ISO 9001 – ISO 45001 – ISO 14001) dengan mengintegrasikan ketiga Sistem Mutu, Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3 dan Lingkungan untuk memastikan perusahaan mendapatkan manfaat yang terbaik.

Cipta Mutu Prima memastikan sistem manajemen dirancang secara optimal sehingga dokumentasi tidak terlalu rumit. Dokumentasi yang tepat guna akan memudahkan penerapan sistem manajemen.

Harga Cipta Mutu Prima dalam membantu penerapan sistem sampai dengan sertifikasi Sistem Manajemen tidak mahal, perusahaan akan mendapatkan manfaat terbaik dari penerapan sistem manajemen yang merupakan nilai tambah dari penerapan sistem manajemen.

Kesuksesan dan efektifitas penerapan Sistem sangat tergantung dari keahlian, pengalaman serta metodologi yang digunakan oleh Konsultan. Karenanya perusahaan harus memilih Konsultan ISO Profesional serta telah memiliki Pengalaman.

 
Sertifikasi ISO diharapkan dapat meningkatkan kinerja mutu terhadap pelanggan, kinerja lingkungan dan kinerja kesehatan serta keselamatan kerja.

Konsultan ISO Profesional telah memiliki pengalaman lebih dari 18 Tahun dalam menerapkan sistem manajemen di berbagai perusahaan manufaktur serta jasa dengan Jaminan Lulus Sertifikasi.

Konsultan ISO dan Halal Profesional

Jasa Konsultan ISO Profesional dengan pengalaman lebih dari 18 tahun telah memberikan konsultansi dan training ISO sampai dengan organisasi mencapai Sertifikasi ISO dan Halal sesuai rencana waktu manajemen dengan Jaminan Lulus Sertifikasi ISO serta Money Back Guarantee yang tertulis dalam kontrak.

Hubungi Kami Konsultan ISO dan Halal 

Contact Phone / WhatsApp :
0811-8859-476 (0811-8859-ISO)

Email:
ciptamutuprima@gmail.com

 

Layanan Konsultan ISO dan Training

 
 

Tahap Penerapan Konsultan ISO

Konsultan ISO Profesional memberikan jasa konsultansi terbaik dengan jaminan lulus sertifikasi ISO 100%.

Konsultan akan memastikan perusahaan mendapatkan layanan konsultansi dan pelatihan terbaik dalam penerapan Sistem sampai dengan sertifikasi. Konsultan ISO akan membantu perusahaan dalam menerapkan Sistem Manajemen ISO.

Perusahaan yang ingin menerapkan ISO 9001 Sistem  Mutu – ISO 14001 Lingkungan – ISO 45001 Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau Standar ISO lainnya harus melaksanakan beberapa tahapan kegiatan dimana akan dibimbing Konsultan yaitu :

1. Konsultan Melakukan Analisis Kesenjangan

Konsultan ISO Profesional  Terpercaya Jaminan Lulus mengkaji kondisi manajemen perusahaan saat ini dibandingkan dengan persyaratan standar. Hasil kajian diagnostik ini dipresentasikan kepada Manajemen.

2. Konsultan Merekomendasikan Perusahaan Membentuk Tim ISO

Cipta Mutu Prima mengusulkan dibentuknya Tim ISO perusahaan terdiri dari karyawan yang memahami dengan baik proses di Bagiannya. Tim yang dibentuk terdiri dari perwakilan dalam ruang lingkup penerapan standar.

3. Konsultan Memberikan Training Pemahaman dan Dokumentasi

Cipta Mutu Prima Konsultan ISO memberikan pelatihan untuk memahami persyaratan standar dan dokumentasi sehingga memahami persyaratan standard serta mampu mengembangkan dokumentasi yang diperlukan.

4. Konsultan Memfasilitasi Pengembangan Sistem 

Cipta Mutu Prima bersama Tim ISO yang dibentuk oleh Perusahaan mengembangkan dokumentasi sesuai persyaratan standar yang terdiri dari : Manual, Prosedur / Instruksi Kerja / Diagram Alir, Daftar Periksa serta formulir.

5. Konsultan Memastikan Efektifitas Penerapan Sistem

Cipta Mutu Prima bersama Wakil Manajemen dan Manajer Bagian melakukan sosialisasi sistem dan prosedur agar seluruh karyawan memahami dan mampu menerapkannya secara efektif.

6. Konsultan Memberikan Training Audit Internal

Cipta Mutu Prima Konsultan ISO Profesional memberikan training Audit Internal untuk menyiapkan Auditor Internal agar dapat memeriksa efektifitas penerapan sistem manajemen secara periodik dan melakukan tindakan perbaikan.

7. Konsultan Memfasilitasi Pelaksanaan Audit Internal

Cipta Mutu Prima membimbing Auditor Internal melaksanakan proses audit internal untuk pertama kali mulai dari perencanaan program audit, persiapan check list audit, laporan audit internal dan presentasi kepada Manajemen.

8. Konsultan Membimbing Pelaksanaan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan

Cipta Mutu Prima membimbing auditee untuk melaksanakan tindakan perbaikan berdasarkan temuan audit internal dan memastikan ketidaksesuaian yang ditemukan tidak akan terulang kembali.

9. Konsultan Melakukan Audit Konsultan Untuk Memeriksa Kesiapan Akhir

Cipta Mutu Prima melakukan audit konsultan untuk memastikan standar sistem manajemen perusahaan telah diterapkan secara efektif dan siap untuk di audit oleh Badan Sertifikasi.

10. Konsultan Memfasilitasi Rapat Tinjauan Manajemen

Cipta Mutu Prima Konsultan ISO Profesional memfasilitasi pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen yang membahas agenda sesuai standar dan melaporkan kesiapan akhir perusahaan menghadapi Audit Badan Sertifikasi.

11. Konsultan Mendampingi Saat Pelaksanaan Audit Sertifikasi

Konsultan ISO mendampingi pada saat pelaksanaan audit oleh badan sertifikasi agar perusahaan dapat  menunjukkan kesesuaian terhadap standar dan lulus serta direkomendasikan mendapat Sertifikat.

12. Konsultan Melakukan Tindakan Perbaikan Audit Sertifikasi

Cipta Mutu Prima Konsultan ISO membantu perusahaan untuk menutup temuan audit sertifikasi serta mengirimkan kepada Badan Sertifikasi sebagai persyaratan terbitnya sertifikat.

 
Secara umum kedua belas langkah menerapkan ISO 9001 di perusahaan dapat dilaksanakan oleh Konsultan dalam 6 (enam bulan) yaitu Tahap Perancangan dan Pengembangan selama 3 (tiga) bulan pertama serta Tahap Penerapan serta Audit Internal pada 3 (tiga) bulan berikutnya.

Peran Konsultan dalam penerapan Sistem dapat pada keseluruhan tahap atau pada tahap tertentu. Cipta Mutu Prima dapat melakukan konsultansi ISO 9001 – ISO 14001 – ISO 45001 pada keseluruhan tahap maupun hanya pada tahap tertentu misalnya Training Pemahaman serta Dokumentasi, Training Audit Internal serta Bimbingan pelaksanaan dan pembuatan laporan Audit Internal.

Menerapkan Standar ISO 9001 – ISO 14001 – ISO 45001 adalah langkah strategis perusahaan untuk mencapai kepuasan pelanggan serta meningkatan kinerja Mutu – Lingkungan dan Kesehatan Keselamatan Kerja.

Konsultan ISO Membantu Penerapan ISO 9001 


Konsultan ISO 9001 menjelaskan seluruh persyaratan mengenai Sistem Mutu. Standar ini diadopsi secara luas oleh negara-negara di dunia. Di Indonesia standar ini diadposi menjadi SNI 19-9000. Banyak perusahaan menyadari bahwa pada dasarnya suksesnya peningkatan usaha harus didasari oleh suatu sistem yang efisien dan konsisten.

Standar ISO 9001 diterbitkan dengan beberapa standar lainnya dalam keluarga ISO 9001. Standar ini memberikan panduan spesifik untuk penerapan Sistem Manajemen Mutu di beberapa industri yang spesifik. ISO 9001 juga menerbitkan standar untuk Pedoman Peningkatan Mutu dan juga standar untuk menjelaskan terminologi dan istilah yang digunakan dalam standar ISO 9001.

 
Konsultan ISO Profesional membantu penerapan ISO 9001 yang dapat dipertimbangkan sebagai langkah awal penerapan Total Quality Management (TQM) karena standar ini menekankan pada pembakuan dan peningkatan proses secara berkesinambungan. ISO 9001 juga menitikberatkan pada pencapaian Kepuasan Pelanggan dimana seluruh karyawan terlibat dan menjadi kesatuan dalam memberikan Kepuasan Pelanggan.

Konsultan akan memetakan proses yang merupakan aktifitas yang saling berhubungan untuk mentransformasikan masukan menjadi keluaran. 

Cipta Mutu Prima Konsultan ISO 9001 juga akan meletakkan dasar bagi pembentukkan budaya Mutu merupakan sikap kerja yang peduli akan mutu produk dan layanan, yang merupakan upaya untuk meraih keberhasilan perusahaan jangka panjang melalui Kepuasan Pelanggan.

Konsultan ISO Profesional memastikan penerapan standar ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi perusahaan yang menerapkannya secara efektif. Manfaat itu antara lain :

Konsultan memberikan pendekatan sistematik bagi manajemen perusahaan untuk mencapai tingkat mutu produk serta layanan yang diinginkan untuk disampaikan kepada pelanggan.
Konsultan memastikan konsistensi pelaksanaan proses baik produksi untuk perusahaan manufaktur atau operasi untuk perusahaan jasa layanan.
Konsultan menetapkan mekanisme dan memastikan perusahaan memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk menerapkan peningkatan mutu secara berkesinambungan di dalam perusahaan.
Konsultan menetapkan secara jelas tanggung jawab dan wewenang dari seluruh karyawan, khususnya pada jabatan yang akan mempengaruhi mutu produk dan layanan.
Konsultan membimbing perusahaan untuk memiliki prosedur yang terdokumentasi dengan baik untuk dapat digunakan sebagai referensi baku untuk melaksanakan proses-proses diperlukan.
Konsultan membantu menerapkan sistem dokumentasi secara sistematis dan terstruktur yang akan memastikan Perusahaan memiliki mampu telusur terhadap data serta informasi.
Konsultan memastikan perusahaan mencapai sertifikat ISO sebagai sarana pemasaran perusahaan dan meningkatkan citra dan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.
Konsultan memastikan perusahaan mempunyai mekanisme pemeriksaan internal yaitu audit internal untuk memeriksa efektifitas pemastian mutu dalam perusahaan.
Konsultan meningkatkan produktifitas dengan pengendalian proses lebih baik serta mencegah terjadinya mutu produk dan layanan yang tidak baik.
Konsultan memberikan pelatihan kepada seluruh karyawan mengenai pentingnya pemahaman dan tanggung jawab mutu sesuai tugas serta tanggung jawabnya.

ISO 9001 sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktifitas serta sarana untuk bekerja dengan benar. Sertifikasi ISO 9001 dapat juga sebagai persyaratan kontraktual untuk memenuhi persyaratan pelanggan. Untuk itu perusahaan harus mendapat pengakuan dari pihak ketiga yakni Badan Sertifikasi.

Badan Sertifikasi dapat merupakan Badan Sertifikasi Nasional seperti Sucofindo International Certification Services (SICS) atau juga Badan Sertifikasi Luar Negeri yang beroperasi di Indonesia antara lain : SGS, TUV, QAI dan sebagainya. Perusahaan dapat dibimbing oleh Konsultan ISO Profesional yang memberikan jaminan 100% lulus audit sertifikasi oleh Badan Sertifikasi mana saja yang ditunjuk.

Dengan manfaat tersebut di atas, maka manajemen perusahaan dengan bimbingan Konsultan mampu menerapkan ISO 9001 sebagai keputusan strategis perusahaan untuk membangun Sistem yang terdiri dari struktur organisasi, prosedur, proses dan sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan Manajemen Mutu.

Konsultan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH)

Konsultan Halal Cipta Mutu Prima memberikan konsultansi Halal untuk menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) sampai dengan mencapai Sertifikat Sistem Jaminan Halal dan Sertifikat Halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika LPPOM MUI.

Konsultan Sertifikat Halal akan membantu perusahaan yang ingin memastikan produknya memenuhi persyaratan standar Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH)dengan mengembangan Manual Halal dan Prosedur Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), review bahan baku yang digunakan dan juga memastikan penerapan Sistem Manajemen Produk Halal (SJPH) dapat diterapkan secara efektif.


 
Konsultan Halal akan membantu perusahan untuk menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) yang terdiri dari 11 kriteria yaitu :

(1) Kebijakan Halal, (2) Tim Manajemen Halal, (3) Pelatihan, (4) Bahan, (5) Produk, (6) Fasilitas Produksi, (7) Prosedur Tertulis untuk Aktifitas Kritis, (8) Kemampuan Telusur, (9) Penanganan Produk yang Tidak Memenuhi Kriteria, (10) Audit Internal, (11) Kaji Ulang Manajemen.

LPPOM MUI sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) akan mengaudit seluruh persyaratan HAS 23000 untuk kemudian merekomendasikan Sertifikat Sistem Jaminan Halal dan Sertifikat Halal apabila dapat menunjukkan bukti-bukti penerapan Sistem Jaminan Produk Halal sesuai dengan ruang lingkup sertifikasi.

Konsultan ISO Menerapkan ISO 45001


Salah satu pakar manajemen mengatakan : ‘tugas dari manajemen adalah membuat perusahaan untuk dapat terus hidup, bukan hanya dengan memaksimal keuntungan tapi juga menghilangkan kerugian’. Karenanya, pengembangan ISO 45001 penerapan SMK3 berubah dari : tugas tanggung jawab staf K3 menjadi tanggung jawab manajemen.

Dalam penerapan SMK3 ISO 45001, perusahaan menetapkan Kebijakan K3 yang merupakan komitmen manajemen untuk melakukan pengendalian keselamatan dan kesehatan kerja. Konsultan ISO 45001 akan melibatkan seluruh lini perusahaan dengan melakukan pengendalian risiko yang dapat berakibat pada manusia.

 
Konsultan ISO 45001 Cipta Mutu Prima membantu perusahaan harus menetapkan Sasaran K3 dengan target yang kuantitatif dan rincian aktifitas program untuk mencapainya. Program K3 dilaksanakan sesuai dengan rencana untuk memastikan tercapainya Sasaran K3.

Manfaat penerapan SMK3 ISO 45001 bagi perusahaan antara lain :

  • Konsultan membantu perusahaan menciptakan serta memelihara lingkungan kerja perusahaan yang sehat dan aman
  • Konsultan membimbing penerapan ISO 45001 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja berarti perusahaan secara efektif mengelola bahaya kerja di seluruh bagian perusahaan
  • Konsultan akan memastikan perusahaan mematuhi peraturan dan perundangan dan persyaratan lainnya di bidang K3
  • Konsultan membantu perusahaan dalam menciptakan rasa aman bagi semua pihak yang terkait di dalam area kerja, antara lain : karyawan, rekanan, pelanggan serta tamu
  • Konsultan akan memberikan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran serta kompetensi seluruh karyawan di bidang K3
  • Konsultan memberikan perusahaan mekanisme untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan terhadap kinerja K3 perusahaan
 
Konsultan ISO Profesional akan membimbing perusahaan untuk melakukan identifikasi bahaya dari seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan. Perusahaan juga akan melakukan penilaian serta pengendalian bahaya kerja yang terkait. Identifikasi dan penilaian bahaya kerja ditinjau oleh ahli K3 secara periodik serta apabila terjadi perubahan proses atau peraturan perundangan terkait.

Perusahaan melakukan identifikasi, penilaian dan pengendalian bahaya kerja dari proses utama pekerjaan dan pekerjaan kegiatan pendukung lainnya. Hasil identifikasi bahaya, penilaian risiko serta pengendalian risiko perusahaan harus menjadi pertimbangan Konsultan sebagai bahan untuk merumuskan rencana untuk memenuhi kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja.

Cipta Mutu Prima juga membantu perusahaan untuk melakukan inventarisasi dan identifikasi peraturan perundangan serta persyaratan lain bidang K3 yang terkait dengan kegiatan, produk dan jasa yang dihasilkan.

Daftar peraturan dan perundangan harus ditinjau dan diperbaharui setiap tahun dan atau bila terjadi perubahan dari  peraturan dan perundangan serta persyaratan lain. Tim P2K3 harus menjelaskan atau mensosialisasikan peraturan perundangan serta persyaratan lainnya kepada setiap pekerja sesuai dengan tugas serta tanggung jawabnya. Tujuan sosialisasi ini agar seluruh pekerja memahami, mematuhi serta menjalankan peraturan K3 yang terkait dengan pekerjaannya.

Perusahaan juga diwajibkan menetapkan tujuan, sasaran dan program K3. Tujuan, sasaran dan program K3 ini harus terdokumentasi pada tiap fungsi dan tingkatan yang relevan sesuai ruang lingkup penerapan sistem manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja ISO 45001.

Penetapan tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja (K3) harus dikonsultasikan dengan wakil tenaga kerja, Ahli K3, P2K3 serta pihak-pihak lain yang terkait. Konsultan memastikan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan ditinjau kembali secara teratur sesuai dengan perkembangannya.

Perusahaan harus selalu memperhatikan hasil identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang dilaksanakan secara berkesinambungan, serta  peraturan perundangan dan persyaratan lainnya, hasil ketidaksesuaian K3, insiden dan hasil tinjauan manajemen dalam menetapkan tujuan, sasaran serta program K3.

Konsultan ISO 9001 Kontraktor

Konsultan ISO Profesional akan memastikan perusahaan kontraktor yang menerapkan ISO 9001 mendapatkan manfaat antara lain :

Hal ini karena sertifikat ISO 9001 merupakan salah satu persyaratan administrasi dalam mengikuti tender. Pelanggan menginginkan adanya kepastian mutu dalam pelaksanaan jasa kontruksi dari segi ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan, kesesuaian mutu spesifikasi teknis yang dilaksanakan dibandingkan dengan dokumen teknis dan tentunya ketepatan biaya konstruksi.
Memastikan kesesuaian anggaran, ini dapat direalisasikan karena seluruh dokumen perencanaan akan dilaksanakan dengan baik, termasuk proses monitoring dan evaluasi yang menyebabkan perusahaan kontraktor lebih dapat mengendalikan ’kesalahan’ yang tidak perlu terjadi dan memonitor kurva S dengan baik sehingga pada akhirnya diharapkan dapat menekan biaya konstruksi.
Dalam proyek konstruksi terdiri banyak sekeli jenis dan tipe pekerjaan yang harus dilakukan. Dengan adanya ISO 9001 maka Konsultan ISO akan memberikan pelatihan untuk memastikan setiap individu jelas apa yang menjadi tanggung jawabnya. Selain prosedur yang mengatur koordinasi antar bagian, juga ada instruksi kerja yang menjelaskan tahapan teknis melakukan pekerjaan.
Pengendalian dokumen proyek menjadi lebih baik. Status idnetifikasi dan mampu telusur gambar desain konstruksi diberikan identifikasi nomor yang jelas, apakah terjadi revisi dan apakah telah mendapatkan persetujuan pelanggan. Identifikasi dokumen ini juga termasuk status gambar proyek yaitu : ’untuk direview’, ’untuk disetujui’ dan ’untuk dilaksanakan’.
Konsultan ISO Profesional memastikan seluruh persyaratan pelanggan yang telah disetujui, harus dilakukan tinjauan internal untuk memastikan perusahaan kontraktor mempunyai kemampuan internal dalam memenuhinya. Pengukuran sasaran mutu secara periodik juga akan memastikan perusahaan kontraktor sesuai dengan jadwal pelaksanaan.
Melalui rapat dengan pelanggan perusahaan kontraktor menerima semua masukan termasuk keluhan pelanggan yang harus didokumentasikan dengan lengkap termasuk tindakan perbaikan yang dilakukan. Di akhir proyek perusahaan konstruksi harus mengukur kepuasan pelanggan yang akan dianalisa dan diambil tindakan untuk peningkatan mutu.
Sertifikat ISO 9001 memungkinkan perusahaan konstruksi untuk dapat mengikuti tender pekerjaan konstruksi bukan hanya pasar domestik tapi juga pasar internasional, atau ditunjuk sebagai sub kontraktor pekerjaan konstruksi dari perusahaan kontraktor international. Sertifikat ISO 9001 memperluas pasar pekerjaan konstruksi.
Image mutu kontraktor meningkat karena sertifikat ISO 9001 dari Badan Sertifikasi yang kredibel dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan. Sertifikat ISO 9001 memberikan keyakinan perusahaan kontraktor untuk dapat melaksanakan pekerjaan konstruksi dengan tepat spesifikasi dan tepat waktu sesuai anggaran proyek.

Konsultan ISO dan Audit Badan Sertifikasi

Konsultan ISO Profesional telah membantu banyak klien yang berhasil mencapai sertifikasi ISO dengan berbagai Badan Sertifikasi yang dipilih. Konsultan ISO Training memberikan pelatihan pemahaman standar sistem manajemen dan bagaimana cara menerapkannya secara efektif agar dapat lulus audit Badan Sertifikasi.

Badan Sertifikasi yang baik tentunya selain diakreditasi di negara asalnya juga diakui oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Auditor yang kompeten sesuai dengan EA Code juga menjadi salah satu pertimbangan selain harga. Apabila perusahaan melakukan ekspor ke negara tertentu mungkin asal Badan Sertifikasi menjadi pertimbangan, namun perlu diingat bahwa seluruh Badan Sertifikasi ISO mempunyai perjanjian saling mengakui di seluruh dunia. Memilih Badan Sertifikasi ISO baik dari segi harga maupun aspek lainnya dapat dikomunikasikan dengan Cipta Mutu Prima.

Logo Badan Sertifikasi di atas mewakili beberapa Badan Sertifikasi diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (Sucofindo International Certification Services), Diakreditasi oleh United Kingdom Accreditation Services Inggris (SGS Certification, Lloyd’s Register), Diakreditasi oleh JAS-ANZ Australia (SAI Global) dan diakreditasi oleh NABCB Jerman (TUV, DNV).

Konsultan ISO akan membantu perusahaan untuk dapat memilih Badan Sertifikasi sesuai kebutuhannya.

Badan Sertifikasi yang ditunjuk oleh perusahaan akan melakukan dua tahap audit yaitu :


1. Audit Kecukupan (Adequacy Audit)

Audit tahap 1 ini biasa juga disebut desk audit, yaitu memeriksa kecukupan sistem manajemen yang telah dikembangkan dibandingkan dengan persyaratan standar. Konsultan ISO Profesional akan membantu perusahaan untuk memastikan kecukupan dokumentasi wajib perusahaan. Audit tahap 1 ini juga memeriksa beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh perusahaan antara lain : audit internal dan rapat tinjauan manajemen. Perusahaan yang telah lulus audit tahap 1 dapat melanjutkan ke audit tahap 2.


2. Audit Kesesuaian (Compliance Audit)

Audit tahap 2 ini biasa juga disebut audit penerapan, yaitu memeriksa kesesuaian antara dokumentasi sistem manajemen dengan penerapannya. Cipta Mutu Prima telah membantu perusahaan untuk mensosialisasikan sistem manajemen yang telah disahkan oleh manajemen. Konsultan ISO Profesional memfasilitasi pelaksanaan audit internal dan audit konsultan untuk memastikan penerapan yang efektif, sehingga audit tahap 2 dapat berjalan dengan lancar. Perusahaan yang lulus audit tahap 2 direkomedasikan sertifikat ISO.

 
Cipta Mutu Prima Konsultan ISO melaksanakan Audit Konsultan untuk memberikan jaminan lulus Audit Badan Sertifikasi kepada klien. Audit Konsultan ini memberikan gambaran kepada Manajemen mengenai kesiapan perusahaan dalam menghadapi Audit Badan Sertifikasi.

Mengapa Memilih Cipta Mutu Prima Konsultan ISO dan Halal?

 
 

Konsultan ISO dan Halal – Cipta Mutu Prima

Hubungi Konsultan ISO dan Halal Profesional Cipta Mutu Prima untuk mendapatkan proposal penerapan sampai dengan sertifikasi Sistem Manajemen.