Konsultan ISO

Nilai Tambah Sistem Manajemen

Memberikan Nilai Tambah Penerapan Sistem Manajemen

Cipta Mutu Prima memiliki misi untuk “Memberikan Nilai Tambah Penerapan Sistem Manajemen” yang bertujuan untuk memastikan organisasi dapat menerapkan sistem manajemen terpadu untuk meningkatkan kinerjanya.

Sistem manajemen terpadu untuk memudahkan organisasi mengelola beberapa sisem manajemen yang diterapkan. Seperti misalnya ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu, ISO 22000 Sistem Manajemen Keamanan Pangan dan HAS 23000 Sistem Jaminan Halal.

Konsultan ISO | Nilai Tambah Sistem Manajemen

Menerapkan Sistem Manajemen

Cipta Mutu Prima akan mengembangkan dokumentasi secara terpadu untuk sistem manajemen yang diterapkan. Beberapa persyaratan standar dapat diintegrasikan sehingga dokumentasi tidak terpisah.

Organisasi harus mempertimbangkan untuk menerapkan sistem manajemen terpadu apabila telah menerapkan beberapa standar yang akan membuat dokumentasi menjadi rumit.

Cipta Mutu Prima telah banyak membantu organisasi mengintegrasikan standar dalam penerapannya yang memudahkan organisasi untuk meningkatkan kinerja mutu, K3, Lingkungan, Keamanan Pangan dan Halal.

Konsultan ISO | Nilai Tambah Sistem Manajemen

Manfaat Sistem Manajemen Terpadu

Beberapa manfaat sistem manajemen terpadu diantaranya adalah :

  1. Kemudahan dalam melakukan pengendalian informasi terdokumentasi
  2. Pelaksanaan audit internal yang dilaksanakan secara bersamaan
  3. Rapat tinjauan manajemen dilakukan secara menyeluruh untuk membahas efektifitas penerapan seluruh standar.

Manfaat akan didapat organisasi secara optimal apabila sistem manajemen terpadu dirancang dengan baik oleh Konsultan ISO yang membantu. Konsultan ISO akan membantu dalam tahap pengembangan dan tahap penerapan standar secara terpadu.

Hubungi Kami : Cipta Mutu Prima untuk menerapkan sistem manajemen terpadu.

Konsultan ISO | Nilai Tambah Sistem Manajemen

7 Prinsip HACCP

7 Prinsip HACPP oleh Konsultan Sertifikat Halal MUI.

7 Prinsip HACCP atau Hazard Analysis Critical Control Point adalah dasar dalam sistem mutu untuk menjamin keamanan pangan.

Pendekatannya adalah mengantisipasi bahaya dan mengidentifikasi titik pengawasan sebagai tindakan pencegahan.

Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Sistem manajemen keamanan pangan ini mempunyai 7 Prinsip HACCP untuk mengidentifikasi bahaya dan menetapkan tindakan pengendaliannya. Ketujuh prinsip itu adalah :

  1. Mengidentifikasi potensi bahaya yang berhubungan dengan proses produksi. Potensi bahaya adalah setiap unsur biologi, kimia dan fisik yang dapat menyebabkan makanan tidak aman untuk dikonsumsi oleh manusia. Analisis harus dilakukan dalam bahan baku, tahap produksi dan melakukan analisis kemungkinan terjadi dan tingkat keparahan terhadap manusia yang mengkonsumsinya apabila terjadi. Perusahaan harus memastikan produk makanan dijelaskan dengan jelas. Diagram alir proses produksi tersedia, Analisis potensi bahaya dilakukan secara berkala dan tindakan pencegahan dan pengendalian yang sesuai dengan hasil analisis potensi bahaya dilaksanakan,
  2. Menentukan titik pengendalian untuk menghilangkan bahaya. Titik pengendalian adalah sebuah langkah dalam produksi makanan untu mencegah, menghilangkan atau menurunkan potensi bahaya sampai tingkat yang dapat diterima . Perusahaan harus memastikan bahwa tahap ini dilaksanakan oleh karyawan yang memiliki kompetensi terkait.
  3. Menetapkan batas kritis untuk menjamin pengendalian. Kriteria ini membedakan mana yang dapat diterima mana potensi bahaya yang tidak dapat diteriman. Jadi ditetapkan ukuran maksimum dan minimumnya. Batas kritis ini harus mengendalikan potensi bahaya yang di titik kritis yang telah diidentifikasi dalam prinsip no. 2 di atas. Batas kritis ini harus dapat diukur antara lain : kelembaban, suhu, nilai pH dan sebagainya.

Konsultan Sertifikat Halal MUI – 7 Prinsip HACCP

  1. Menetapkan sistem monitoring dengan cara pengujian. Monitoring berarti secara berkesinambungan memastikan bahwa titik kritis diukur untuk melihat apakah dalam kondisi terkendali. Monitoring adalah kegiatan sangat penting dalam HACCP. Monitoring dan hasilnya dapat memberikan peringatan kepada perusahaan mengenai trend apakah titik kritis dalam kondisi yang baik. Perusahaan harus mengembangkan prosedur untuk melakukan monitoring ini.
  2. Menetapkan tindakan perbaikan.Tindakan koreksi harus segera dilakukan apabila ada ketidak sesuaian atau non conformance. Ketidaksesuaian adalah apabila nilai batas kritis terlampaui. HACCP fokus pada tindakan pencegahan sebelum mengakibatkan pencemaran kepada makanan. ketika batas kritis dilewati makan manajemen harus melakukan perbaikan segera. Tindakn perbaikan harus dilakukan oleh karyawan yang telah mendapat pelatihan bagaimana untuk melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan.
  3. Menetapkan prosedur verifikasi. Tindakan verifikasi untuk mengeccaluasi kesesuaian dengan rencana HACCP. Selain sampling atau uji petik juga termasuk kalibrasi alat ukur dan juga rekaman hasil pengujian. Pada prinsipnya prosedur verifikasi memasitkan sistem HACCP berjalan dengan efektif. Apakah ada perubahan dalam proses dan bagaimana dampaknya terhadap titik kritis, apakah ada titik kritis baru dengan peubahan ini? Termasuk bagaimana cara meningkatkan efektifitas penerapan HACCP.
  4. Mengembangkan prosedur dan sistem rekaman yang baik. Apakah dokumentasi dan rekaman telah dikendalikan dengan baik? Rekaman adalah sumber data dan informasi yang harus memberikan masukan kepada manajemen mengenai sejarah perubahan bahan. Dokumen dan Rekaman juga menjelaskan tahapan proses, masalah-masalah yang timbul dalam produksi termasuk hasil identifikasi titik kritis dan hasil monitoringnya.

Hubungi Konsultan HACCP

7 Prinsip HACCP ini menjadi dasar penerapan sistem manajemen keamanan pangan di perusahaan.

Hubungi Cipta Mutu Prima untuk penerapan HACPP dan ISO 22000 di Email : ciptamutuprima@gmail.com

Incoming search terms : Konsultan Halal, 7 Prinsip HACCP