Emergency Response Procedure

Konsultan ISO OHSAS – Emergency Response Procedure atau Prosedur Penangan Keadaan Darurat bertujuan untuk memastikan proses penanganan keadaan darurat dapat dilakukan sesuai dengan Rencana Keadaan Darurat, peralatan keadaaan darurat dalam kondisi yang siap, proses latihan keadaan darurat dilakukan sesuai jadwal dan adanya tinjauan setelah terjadi keadaan darurat untuk meningkatkan Rencana Keadaan Darurat.

Rencana Keadaan Darurat (Emergency Plan) adalah dokumen yang berlaku penuh saat terjadi keadaan darurat

A. Rencana Keadaan Darurat

Wakil Manajemen mensahkan Rencana Keadaan Darurat yang menerangkan:

  1. struktur Tim Keadaan Darurat,
  2. potensi-potensi keadaan darurat,
  3. proses evakuasi,
  4. instruksi kerja penanganan keadaan darurat,
  5. daftar peralatan keadaan darurat (sistem alarm, sumber listrik dan pencahayaan keadaan darurat, jalan keluar darurat, katup-katup isolasi dan sistem isolasi lainnya, peralatan pemadam kebakaran, peralatan pertolongan medis, alat komunikasi dsb)
  6. pihak-pihak terkait (pemadam kebakaran, rumah sakit, kepolisian, tetangga atau pihak yang berdampingan, publik dsb)

B. Latihan Keadaan Darurat

Wakil Manajemen dan Manajemen di area kerja terkait bertanggung jawab untuk memastikan Rencana Keadaan Darurat dapat berjalan dengan lancar apabila terjadi keadaan darurat dengan cara:

  1. melakukan latihan / test kondisi darurat,
  2. melatih pihak-pihak terkait mengenai pelaksanaan penanganan keadaan darurat sesuai instruksi kerja-instruksi kerjanya
  3. membuat jadwal dan melakukan pemeliharaan alat-alat yang dibutuhkan
  4. membina hubungan baik dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait mengenai keadaan darurat

C. Penanganan Keadaaan Darurat

Pada saat terjadi keadaan darurat, Pimpinan Tim Keadaaan Darurat mengumumkan keadaan darurat dan memimpin proses penanganan keadaan darurat sesuai Rencana Keadaan Darurat.

Pada saat terjadi keadaan darurat, Pimpinan Tim Keadaaan Darurat mengumumkan keadaan darurat dan memimpin proses penanganan keadaan darurat sesuai Rencana Keadaan Darurat.

D. Evaluasi Penanganan Keadaan Darurat

Setelah proses penanganan selesai, Tim Keadaan Darurat melakukan evaluasi dan memberikan masukan untuk meningkatkan Rencana Keadaan Darurat.

Untuk Penerapan ISO 45001 dan OHSAS 18001 hubungi Konsultan ISO Cipta Mutu Prima.

Konsultan ISO

ISO 45001 dan OHSAS 18001

Standar Baru ISO 45001

International Organization for Standardization (ISO) akan mempublikasikan standar ISO 45001 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Standar ini akan mempunyai struktur yang sama dengan ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 yang sudah lebih dahulu dipublikasikan.

Penerapan ISO 45001

Untuk penerapan dan sertifikasi ataupun integrasi ISO 45001 dan OHSAS 18001 dapat menghubungi Cipta Mutu Prima Konsultan ISO Profesional di Email : ciptamutuprima@gmail.com atau WhatsApp : 0811-8859-476(ISO).

Konsultan ISO

Konsultan ISO OHSAS 18001 Kontraktor

Konsultan ISO OHSAS 18001 Kontraktor. Perusahaan menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) OHSAS 18001 untuk pengendalian risiko kegiatan kerja untuk menciptakan tempat kerja yang sehat dan aman.

OHSAS 18001 adalah Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)

Konsultan ISO Cipta Mutu Prima akan membantu perusahaan untuk menerapkan Sistem Manajemen K3 OHSAS 18001 diantaranya :

  1. Menetapkan Kebijakan K3
  2. Melaksanakan identifikasi bahaya dan penilaian risiko
  3. Melaksanakan identifikasi peraturan dan persyaratan K3 yang terkait.
  4. Menyusun program K3.
  5. Dan persayaratan OHSAS 18001 lainnya

Kebijakan K3 disusun dan disebarluaskan kepada semua pihak di lingkungan perusahaan antara lain :

  1. Seluruh tenaga kerja
  2. Tamu
  3. Kontraktor
  4. Pelanggan dan
  5. Pemasok.

Konsultan ISO OHSAS juga akan memastikan perusahaan melakukan Pencegahan Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja dan menetapkan program pemeliharaan seluruh Peralatan dalam kondisi Terawat dan Baik untuk mencegah terjadinya Kecelakaan Kerja.

Konsultan ISO

Standar ISO dan Kontribusinya

Standar ISO dan Kontribusinya

Bagaimana standar ISO berkontribusi dalam dunia usaha dan kehidupan?

Konsultan ISO Profesional – Standar ISO telah memberikan kontribusi positif bagi organisasi untuk mengelola mutu, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, keamanan informasi, keamanan pangan, energi dsb secara efektif.

70 Tahun Sejak ISO Didirikan

ISO telah menerbitkan standar sistem manajemen dan standar produk

Sejak didirikan 70 tahun yang lalu organisasi ISO yang berpusat di Jenewa, Swiss terus membahas dan mempublikasikan standar-standar untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

Konsultan ISO Standar Sistem Manajemen

Sasaran dan Program K3

A. Menetapkan Sasaran dan Program K3 

Perusahaan yang menerapkan OHSAS 18001 diwajibkan menetapkan sasaran dan program K3 yang terdokumentasi, pada tiap fungsi dan tingkatan yang relevan sesuai ruang lingkup penerapan sistem manajemen K3.

Penetapan tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja harus dikonsultasikan dengan wakil tenaga kerja, Ahli K3, Panitia Pembina K3 dan pihak-pihak lain yang terkait. Tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan ditinjau kembali secara teratur sesuai dengan perkembangan.

Pada waktu menetapkan dan meninjau tujuan dan sasaran K3, Perusahaan harus memperhatikan hasil identifikasi bahaya dan penilaian risiko, dan  peraturan perundangan dan persyaratan K3 lainnya, serta mempertimbangkan  pilihan teknologi, keuangan, operasi, Sumber Daya Manusia dan pandangan dari pihak-pihak yang berkepentingan, hasil ketidaksesuaian K3, insiden (kecelakaan atau hampir celaka), hasil tinjauan manajemen dan hasil komunikasi.

Konsultan ISO OHSAS 18001 | Cipta Mutu Prima

B. Isi Sasaran dan Program K3

Tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ditetapkan oleh perusahaan  harus memenuhi kualifikasi:

  1. Dapat diukur.
  2. Satuan / Indikator pengukuran.
  3. Sasaran Pencapaian
  4. Jangka waktu pencapaian.

Dalam menetapkan sasaran dan program K3, Perusahaan menggunakan indikator kinerja yang dapat diukur sebagai dasar penilaian kinerja K3 yang juga merupakan informasi mengenai keberhasilan pencapaian Sistem Manajemen K3.

Program K3 dibuat untuk pencapaian tujuan dan sasaran K3 sebagai bentuk perencanaan. Perusahaan menetapkan program  K3 mencakup :

  1. Penunjukan tanggung jawab untuk mencapai tujuan dan sasaran pada tiap fungsi dan tingkat yang relevan.
  2. Uraian kegiatan yang direncanakan.
  3. Kerangka waktu pelaksanaan dan pencapainnya, termasuk bila perlu anggaran yang diperlukan.

Tujuan, sasaran dan program K3 dievaluasi dan diperbaharui setiap tahun pada rapat tinjauan manajemen.

Hubungi Cipta Mutu Prima di WA : 0811-8859-ISO(476) untuk menerapkan sampai sertifikasi OHSAS 18001.

Konsultan ISO OHSAS – Sasaran dan Program K3