Layanan Jaminan Halal

Layanan Jaminan Halal – Mengapa Perusahaan Perlu Menerapkan ISO, OHSAS dan Sistem Jaminan Halal? Cipta Mutu Prima adalah Jasa Konsultan ISO dan Sistem Jaminan Halal yang sudah berpengalaman menerapkan di berbagai Perusahaan. Cipta Mutu Prima sebagai Konsultan Sertifikat Halal MUI dan ISO akan membantu penerapan sistem manajemen ISO dan HAS 23000 sampai dengan mencapai sertifikasi yang diterbitkan oleh Badan Sertifikasi.

Berikut ini beberapa standar ISO dan HAS 23000 yang dapat diterapkan di perusahaan yaitu :

ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu  – Perusahaan yang ingin memastikan produk dan layanannya memiliki standar mutu yang baik akan menerapkan standar ini. Tujuan utamanya adalah mencapai kepuasan pelanggan. Untuk dapat menghasilkan produk dan layanan yang bermutu baik maka perusahaan diharapkan memiliku sistem yang mampu menghasilkan mutu pada tingkat yang konsisten. Karena standar ini mengharuskan perusahaan untuk mengidentifikasi isu dan masalah internal dan eksternal dan juga harapan dan persyaratan pihak terkait termasuk pelanggan. Manajemen juga harus mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin dapat menghalangi perusahaan untuk menghasilkan produk dan layanan yang bermutu.

Standar ini juga mengharuskan untuk mengukur kepuasan pelanggan yang dapat dilakukan melalui survey kepuasan pelanggan. Masukan pelanggan akan digunakan untuk melakukan tindakan perbaikan dan peningkatan mutu proses untuk menghasilkan produk dan layanan dengan mutu yang lebih baik.

ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan – Beberapa perusahaan melakukan prosesnya dan menghasilkan dampak terhadap lingkungan. Misalnya perusahaan tambang. Walaupun masih bersifat voluntary namun standar ISO 14001 sebaiknya diterapkan di perusahaan yang aktifitas prosesnya berdampak terhadap lingkungan.

Tinjauan lingkungan harus dilakukan untuk mengidentifikasi aspek dan dampak lingkungan yang ada dalam perusahaan. Kegiatan identifikasi aspek dan dampak lingkungan ini harus dilaksanakan secara berkala untuk memastikan seluruhnya teridentifikasi. Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 yang dikembangkan termasuk prosedur pengendalian lingkungan akan dibuat berdasarkan hasil identifikasi aspek dan dampak lingkungan.

OHSAS 18001 Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja – Standar ini memastikan perusahaan mengendalikan seluruh hazard atau potensi bahaya yang akan menyebabkan penyakit dan kecelakaan di tempat kerja. Standar ini mewajibkan perusahaan untuk mematuhi seluruh peraturan terkait K3.

Salah satu persyaratannya adalah tinjauan kesesuaian terhadap peraturan-peraturan ini. Dalam persyataran pengendalian operasi, perushaan juga wajib menerapkan alat pelindung diri yang harus dipakai oleh karyawan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Prosedur tanggap darurat juga harus dipersiapkan perusahaan dan diuji coba untuk memastikan kesiapan penanganan dan evakuasi pada saat terjadi keadaan darurat.

HAS 23000 Sistem Jaminan Halal – Standar ini diterbitkan oleh LPPOM MUI, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang ingin mendapatkan Sertifikat Halal baik berupa manual maupun prosedur-prosedur Halal yang harus ditetapkan perusahaan.

Salah satu kegiatan yang harus dilaksanakan adalah melakukan tinjauan terhadap seluruh bahan baku yang digunakan untuk memastikan kehalalannya. Perusahaan dapat mengintegrasikan standar HAS 23000 ini dengan standar ISO 9001 atau ISO 22000 bagi perusahaan yang telah memilikinya.

Hubungi Cipta Mutu Prima untuk menerapkan standar ISO, OHSAS dan HAS di perusahaan anda.

Konsultan Provides ISO and Halal Services

Konsultan provides services of ISO Management System and Halal Assurance System :

HAS 23000 Halal Assurance System

Konsultan Sertifikat Halal MUI will assist organizations who wish to implement Halal Assurance System in order to get Halal Certificate from LPPOM MUI. The project will take around 3 to 6 months depends on the scope of product and services as well as plant and locations. Contact Cipta Mutu Prima to request HAS 23000 Consultancy Proposal.

ISO 22000

ISO 22000 / HACCP is a Food Safety Management System for organizations that want to implement a system to ensure food products are hygienic and safe for consumption. This system can systematically avoid the emergence of health threats by food and will generate a profit for the organization.

Integrated Management System (IMS)

Konsultan ISO Integrated Management System combines all management systems into one management system. This IMS linkages ISO 9001, OHSAS 18001, ISO 14001 and ISO 22000 (in Food Industry) so that the Quality, Health and Safety, Environmental aspects in the organization are integrated.

Competency-based Human Resources Management System (CBHRM)

Organizations need competent personnel for the implementation of its operations  CBHRM is a competency-based human resource management system that ensures the organization has competent personnel based on its education  training, work experience and the ability to carry out the operation.

HAS 23000 Halal Assurance System

Cipta Mutu Prima Konsultan ISO 9001 – OHSAS 18001 – HAS 23000 Halal Assurance System – Sistem Jaminan Halal Profesional Terpercaya Jaminan Lulus. Kami menjamin layanan konsultasi dan training ISO dilaksanakan dengan :

  1. Konsultan yang kompeten, Konsultan ISO dan Sistem Jaminan Halal kami mempunyai pengalaman sebagai praktisi di perusahaan yang telah menerapkan sistem manajemen ISO. Konsultan kami telah mempunyai pengalaman lebih dari 18 tahun membantu perusahaan menerapkan sampai dengan sertifikasi.
  2. Layanan profesional, konsultan iso kami melakukan transfer pengetahuan kepada Tim ISO dan Halal internal perusahaan, sehingga dapat memelihara efektifitas sistem manajemen yang diterapkan
  3. Jaminan lulus, dengan kinerja 100% kami menjamin perusahaan dapat lulus audit tahap 1 dan tahap 2 audit oleh Badan Sertifikasi. Kami mendampingi saat dilaksanakan audit sertifikasi sehingga dapat berjalan lancar dan perusahaan mendapatkan rekomendasi sertifikat ISO.

Konsultan ISO Cipta Mutu Prima memberikan Jasa Konsultansi dan Training ISO Profesional dengan pengalaman lebih dari 18 tahun.

Konsultan ISO dan Konsultan Sertifikat Halal MUI

Hubungi WhatsApp : 0811-8859-ISO(476)

Konsultan Halal

Menerapkan Sistem Jaminan Halal

Konsultan HAS 23000 Sistem Jaminan Halal membantu perusahaan yang ingin menerapkan Sistem Jaminan Halal HAS 23000.

HAS 23000 Sistem Jaminan Halal dari LPPOM MUI

Dengan pengalaman menerapkan HAS 23000 Konsultan ISO Halal membantu perusahaan yang ingin mendapatkan Sertifikat Halal dari LPPOM MUI. Konsultan akan membantu mengembangkan dokumentasi SJH yang merupakan persyaratan wajib.

Konsultan ISO Halal akan mereview bahan baku yang digunakan untuk memastikan kehalalannya. Perusahaan harus menetapkan bahan baku yang akan disetujui oleh LPPOM dalam menerapkan Sistem Jaminan Halal.

Setiap perubahan bahan baku harus dilaporkan dan mendapat persetujuan dari LPPOM MUI. Perusahaan harus memastikan Sistem Jaminan Halal diterapkan secara efektif sebelum diaudit oleh LPPOM MUI.

Sistem Jaminan Halal HAS 23000

Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) adalah institusi yang dibentuk oleh Majelis Ulama Indonesia untuk melaksanakan Sertifikasi Halal dengan melakukan assessment terhadap pangan, obat dan kosmetika.

LPPOM MUI pada tahun 2012 menerbitkan HAS 23000 Sistem Jaminan Halal (SJH) untuk menjamin kehalalan produk. Perusahaan yang ingin mendapatkan Sertifikat Halal harus menerapkan 11 kriteria Sistem Jaminan Halal.

Konsultan Halal akan melaksanakan analisis aktifitas kritis halal pada mata rantai proses produksi yang dapat mempengaruhi status kehalalan suatu produk. Tahapan proses ini mulai dari seleksi bahan baku sampai dengan penyimpanan dan pengiriman produk.

Perusahan yang sudah menerapkan Sistem Jaminan Halal harus dapat menunjukkan bukti obyektif berupa rekaman yang merupakan hasil penerapan dari Prosedur Halal. Auditor LPPOM MUI akan memeriksa keseluruhan rekaman yang sudah terisi untuk memastikan kesesuaian terhadap persyaratan HAS 23000.

Konsultan Sertifikat Halal MUI akan membantu perusahaan untuk mengembangkan dokumentasi Sistem Jaminan Halal sampai dengan membuat rencana penerapan HAS 23000 Halal Assurance System.

Untuk pengembangan dan penerapan Sistem Jaminan Halal HAS 23000 dapat menghubungi Cipta Mutu Prima di WhatsApp : 0811-8859-476.

Prosedur Administrasi Gudang

Konsultan Sertifikat Halal MUI – Prosedur Administrasi Gudang

Adminsitrasi gudang adalah salah satu aspek yang diaudit dalam penerapan sistem manajemen. Untuk menjaga kondisi bahan baku yang disimpan maka perlu dilakukan pengelolaan administrasi gudang. Selain untuk fungsi pengawasan mutu bahan baku yang disimpan juga akan menghapus segala penyimpangan logistik.

Dokumentasi Bagian Gudang

Berikut ini beberapa dokumentasi yang biasanya dikembangkan dalam administrasi gudang yaitu antara lain :

  1. Buku penerimaan gudang. Buku ini memuat informasi mengena item apa saja yang diterima oleh bagian Gudang. Setiap terjadi barang masuk harus segera dilakukan pencatatan. Data ini harus sesuai dengan apa yang ditulis di kartu stok per item barang. Selain itu juga setiap penerimaan barang harus disertai dengan rekaman seperti nota, faktur, kuitansi dsb. Biasanya dokumen ini nanti disampaikan kepada Bagian Akunting. Buku penerimaan barang memuat informasi diantaranya : nomor penerimaan, tanggal, kode barang, nama spesifikasi barang, no purchase order dan jumlah.
  2. Buku pengeluaran gudang, yang memuat informasi barang apa saja yang dikeluarkan dari gudang. Dokumen pendukungnya adalan surat penyerahan barang. Bukti-bukti pendukung ini harus sesuai dengan apa yang tertulis dalam kartu stok. Data yang dicata dalam buku ini misalnya : pengeluaran bahan baku, tanggal pengeluaran, kode barang, tujuan pengeluaran barang (untuk produksi) dan tentunya jumlah yang dikeluarkan. Dapat ditambah kolom keterangan untuk menjelaskan kode produksi dsb.

Konsultan Sertifikat Halal MUI – Prosedur Administrasi Gudang

  1. Kartu persediaan atau yang biasa disebut kartu stok. Dokumen ini menjelaskan arus masuk dan keluar barang untuk per item. Kartu stok berisi keterangan tanggal, no kode bukti masuk, no kode bukti keluar, asal dan tujuan barang dan julah barang masuk dan keluar. Saldo berapa banyak persediaan item barang dapat dilihat kartu persediaan atau kartu stok ini.
  2. Surat Permintan Barang. Rekaman ini diisi oleh bagian yang membutuhkan bahan baku atau item barang yang tersimpan di gudang. Misalanya untuk keperluan produksi maka Manajer Produksi menandatangani Surat Permintaan Barang yang disampaikan ke bagian Gudang. Jumlah barang yang dikeluarkan harus sama antara Buku pengeluaran barang, surat Permintaan barang dan yang tercantu di surat permintaan barang.
  3. Surat Penyerahan Barang merupakan bukti bahwa barang sudah dikeluarkan atau diambil oleh Bagian yang membutuhkannya. Surat Permintaan barang dapat dibuat secara khusus atau juga menggunakan surat permintaan barang yang dirancang juga sebagai dokumen serah terima antara bagian Gudang dengan User.

Administrasi Gudang memastikan tidak terjadi salah pengadaan, salah menempatkan barang/item, melakukan kelalaian dalam pencatatan barang masuk dan keluar gudang dan juga tidak melakukan pengendalian mutu barang yang disimpan sehingga terjadi penurunan mutu dan bahkan rusak.

Tugas Dan Fungsi Gudang

Selain administrasi bagian gudang harus mengerti secara umum tugas dan fungsi bagian logistik yang diantaranya menyimpan barang dalam gudang. Administrasi gudang yang cermat dan teliti akan menentukan efektifitas dan efisiensi kegiatan logistik sebuah perusahaan.

Keyword: Administrasi Gudang, Konsultan Halal

Pengendalian Dokumen ISO dan SJH

Konsultan ISO dan Sistem Jaminan Halal – Pengendalian Dokumen ISO dan SJH (Sistem Jaminan Halal)

Berikut ini beberapa hal yang harus diperiksa pada waktu auditor internal memeriksa Pengendali Dokumen ISO maupun Sistem Jaminan Halal :

1. Memeriksa Daftar Induk Dokumen

Daftar Induk Dokumen adalah daftar yang menjelaskan seluruh dokumentasi ISO dan Sistem Jaminan Halal yang dikendalikan oleh perusahaan baik dalam bentuk prosedur, instruksi kerja dan formulir. Daftar ini menjelaskan tanggal terbit dokumen dan juga status revisi dari masing-masing dokumen.

Auditor harus memeriksa Daftar Induk Dokumen untuk memastikan seluruh proses dalam ruang lingkup sertifikasi ISO dan Sistem Jaminan Halal telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.

2. Apakah dokumen yang digunakan adalah revisi terakhir?

Perusahaan harus memastikan bahwa dokumen yang digunakan adalah revisi terakhir, dengan melihat kepada Daftar Induk Dokumen, maka auditor dapat mengetahui status revisi dari setiap prosedur atau formulir yang digunakan

Konsultan Sertifikat Halal MUI melakukan sampling terhadap beberapa prosedur terutama yang telah mengalami revisi apakah telah didistribusikan kepada pelaksana proses

3. Apakah mekanisme revisi telah dilaksanakan dengan efektif?

Pengendali Dokumen harus memastikan mekanisme revisi dokumen dilaksanakan sesuai dengan prosedur pengendalian dokumen. Mulai dari usulan perubahan dokumen, persetujuan perubahan dokumen sampai dengan penerbitan dan pendistribusian dokumen baru.

Auditor harus memeriksa formulir Usulan Perubahan Dokumen dan formulir Distribusi Dokumen serta memastikan nomor salinan dari dokumen yang terkendali.

4. Apakah Dokumen Eksternal telah dikendalikan dengan baik?

Salah satu persyaratan ISO 9001:2015 adalah memenuhi Undang-undang dan Peraturan terkait. Pengendali Dokumen harus memastikan peraturan dan undang-undang terkait merupakan terbitan terkini yang dijadikan acuan dalam penerapan Sistem Manajemen.

Auditor harus memeriksa Daftar Dokumen Eksternal dan update keterkinian undang-undang dan peraturan yang berlaku

Konsultan Sertifikat Halal MUI – Check List Pengendalian Dokumen

Alat Produksi

Cara Produksi Makanan Baik

Alat Produksi untuk industri makanan diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. 23/MenKes/SK/I/1978 Tentang Pedoman Cara Produksi Yang Baik untuk Makanan antara lain :

  1. Seluruh alat produksi yang bersentuhan dengan makanan tidak boleh terkelupas atau berkarat dan tidak menyerap air. permukaan alat produksi harus halus dan tidak boleh mencemari makanan yang diproduksi dengan jasad renik, unsur logam yang lepas, minyak pelumas, bahan bakar dan lain-lain. Terutama alat produksi harus mudah dibersihkan
  2. Bahan baku yang digunakan oleh industri makanan harus memenuhi standar mutu dan persyaratan yang telah ditetapakan. bahan baku tidak boleh merugikan atau bahkan membahayakan kesehatan. Bahan tambahan yang digunakan harus juga memenuhi standar mutu yang baik. Bahan baku harus dilakukan incoming inspection atau pemeriksaan kedatangan yang disetujui oleh Bagian Kendali Mutu. Pemeriksaan ini dapat meliputi pemeriksaan organoleptik, fisika, kima dan mikrobiologi atau biologi.
  3. Dalam proses pengolahan perusahaan harus mempunyai formula dasar yang menjelaskan jenis bahan yang digunakan baik bahan baku, bahan tambahan atau bahan penolong serta persyaratan mutunya. Harus juga dijelaskan jumlah bahan untuk satu pengolahan dan yang penting adalah penjelasan proses produksi yang menliputi tahapan proses dan langkah-langkah yang harus diatur. Pengaturan lingkungan produksi juga harus dijelaskan seperti : waktu proses, suhu, kelembaban, tekanan sehingga tidak terjadi pembusukan atau penurunan mutu serta pencemaran terhadap makanan yang diproduksi.

Konsultan Sertifikat Halal MUI – Alat Produksi

  1. Identifikasi dan mampu telusur seperti nama makanan, tanggal pembuatan, kode produksi, jenis bahan yang digunakan harus didokumentasikan dengan baik. Sedangkan untuk produk akhir harus lulus pemeriksaan akhir produk atau finasl inspection oleh Bagian Kendali Mutu. Persyaratan standar mutu akhir tidak boleh merugikan atau membahayakan kesehatan. Dokumentasi hasil pemeriksaan mutu ini harus didokumentasikan sebagai bukti kesesuaian persyaratan akhir produk.
  2. Karyawan yang melakukan proses produksi harus dalam keadaan sehat, bebas dari luka, penyakit kulit atau hal lain yang dapat mengakibatkan pencemaran. karyawan harus diperiksa kesehatannya secara berkala dan sebaiknya memakai pakain kerja termasuk sarung tangan, tutup kepala dan sepatu yang sesuai. Harus mencuci tangan sebelum melakukan pekerjaaan. Tidak merokok, makan dan minum, meludah atau pekerjaan lain yang mencemari produk makanan.
  3. Kemasan makanan harus bisa melindungi produk. Dibuat dari bahan yang tidak melepaskan bagian atau unsur yang dapat mempengaruhi mutu makanan. Kemasan ini harus menjamin keutuhan makanan dan tahan terhadap perlakukuan selama pengiriman atau pengangkutan serta peredaran. Kemasn sebelum digunakan harus dibersihkan dan steril sebelum diisi oleh makanan
  4. Tempat penyimpanan atau gudang harus terpisah antara bahan baku, bahan penolong dan produk akhir serta mempunyai sirkulasi udara yang baik. Bahan berbahaya seperti insektisida, infektan dan bahan yang mudah meledak harus disimpan di ruangan terpisah dan diawasi.. Setiap produk harus ada identifikasi lulus uji kendali mutu dan sebaiknya menggunakan sistem FIFO yang diproduksi lebih dahulu maka harus diedarkan lebih dahulu.

Tags : Konsultan Halal, Alat Produksi

Good Manufacturing Practices GMP

Good Manufacturing Practices oleh Konsultan ISO dan Halal. GMP adalah pedoman bagi perusahaan dalam industri makanan untuk memproduksi dengan baik. Apabila perusahaan tersebut ingin mendapatkan sertifikat HACCP maka penerapan GMP adalah salah satu yang harus dilakukan.

Persyaratan Bangunan / Pabrik

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penerapan GMP adalah :

  1. Lokasi bangunan atau pabrik perusahaan makanan harus berada di tempat yang bebas dari pencemaran. Hal ini dapat ditimbulkan dari daerah persawahan atau rawa, dekat dengan tempat pembuangan samapah dan lain sebagainya. Pencemaran dapat juga berasal dari daeerah sekitarnya misalnya dekat dengan industri yang menghasilkan pencemaran yang dapat berkontaminasi pada makanan atau minuman yang diproduksi. Pencemaran dapat terjadi juga akibat kurang baiknya sistem pembuangan air sehingga terdapat genangan ait yang merupakan tempat serangga.
  2. Bangunan harus dibuat sesuai dengan perencanaan GMP. sehingga mudah dibersihkan, mudah diterapkan prosedur sanitasi dan mudah dipelihara. Sebaiknya bangunan produksi harus terdiri dari ruangan pokok dan ruangan pelengkap yang harus terpisah sedemikian rupa sehingga terhindar dari pencemaran silang. Ruangan pokok luasnya harus sesuai dengan jenis dan kapasitas produksi dan diatur susunannya atau layoutnya dengan baik. Sedangkan ruang pelengkap luasnya harus sesuai dengan banyaknya karyawan yang bekerja dan letaknya dapat mendukung proses produksi utama.

Konsultan Sertifikat Halal MUI : Good Manufacturing Practices

  1. Lantai harus rapat air dan tahan terhadap air, basa, garam atau bahan kimia lainnya. Permukaan lantai harus rata dan tidak licin dan yang paling penting mudah dibersihkan. Untuk ruangan yang membutuhkan pembilasan air harus memiliki saluran pembuangan yang baik. Yang penting lainnya adalah pertemuan antara lantai dan dinding tidak boleh membentuk sudut mati dan harus melengkung supaya mudah dibersihkan.
  2. Dinding sekurang-kurangnya 20cm dari lantai harus rapat air, sehingga tidak lembab. Permukaan dinding harus rata dan berwarna terang. Sedangkan untuk atap tahan terhadap air dan tidak bocor. Atap juga harus terbuat dari bahan yang tidak mudah terlepas bagiannya dan mudah dibersihkan.Atap juga tidak boleh berlubang dan tidak retak. Jarak atau tinggi atap dari lantai sekurang-kurangnya 3m.
  3. Pintu harus terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan dan dapat ditutup dengan baik. Pintu harus membuka ke luar. Untuk jendela sekurang-kurangnya 1 meter dari lantai dan mudah dibersihkan. Sedangkan penerangan lumentasinya sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan proses produkesi makanan dan minuman. Ventilasi udara harus cukup untuk memastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik. Ruangan harus tertutup dan dapat diatur suhunya. Lunang ventilasi harus dibuat sehingga mencegah serangga dapat masuk ataupun kotoran dan debu yang masuk ke dalam ruang produksi makanan dan minuman.

Demikian itu beberapa persyaratan GMP yang merupakan dasar penerapan manajemen sistem keamanan pangan HACCP yang harus disiapkan oleh perusahaan. (Sumber : Keputusan Menteri Kesehatan No. 23/MenKes/SK/I/1978 Tentang Pedoman Cara Produksi Yang Baik untuk Makanan)

Good Manufacturing Practices is written by : Konsultan Halal

7 Prinsip HACCP

7 Prinsip HACPP oleh Konsultan Sertifikat Halal MUI.

7 Prinsip HACCP atau Hazard Analysis Critical Control Point adalah dasar dalam sistem mutu untuk menjamin keamanan pangan.

Pendekatannya adalah mengantisipasi bahaya dan mengidentifikasi titik pengawasan sebagai tindakan pencegahan.

Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Sistem manajemen keamanan pangan ini mempunyai 7 Prinsip HACCP untuk mengidentifikasi bahaya dan menetapkan tindakan pengendaliannya. Ketujuh prinsip itu adalah :

  1. Mengidentifikasi potensi bahaya yang berhubungan dengan proses produksi. Potensi bahaya adalah setiap unsur biologi, kimia dan fisik yang dapat menyebabkan makanan tidak aman untuk dikonsumsi oleh manusia. Analisis harus dilakukan dalam bahan baku, tahap produksi dan melakukan analisis kemungkinan terjadi dan tingkat keparahan terhadap manusia yang mengkonsumsinya apabila terjadi. Perusahaan harus memastikan produk makanan dijelaskan dengan jelas. Diagram alir proses produksi tersedia, Analisis potensi bahaya dilakukan secara berkala dan tindakan pencegahan dan pengendalian yang sesuai dengan hasil analisis potensi bahaya dilaksanakan,
  2. Menentukan titik pengendalian untuk menghilangkan bahaya. Titik pengendalian adalah sebuah langkah dalam produksi makanan untu mencegah, menghilangkan atau menurunkan potensi bahaya sampai tingkat yang dapat diterima . Perusahaan harus memastikan bahwa tahap ini dilaksanakan oleh karyawan yang memiliki kompetensi terkait.
  3. Menetapkan batas kritis untuk menjamin pengendalian. Kriteria ini membedakan mana yang dapat diterima mana potensi bahaya yang tidak dapat diteriman. Jadi ditetapkan ukuran maksimum dan minimumnya. Batas kritis ini harus mengendalikan potensi bahaya yang di titik kritis yang telah diidentifikasi dalam prinsip no. 2 di atas. Batas kritis ini harus dapat diukur antara lain : kelembaban, suhu, nilai pH dan sebagainya.

Konsultan Sertifikat Halal MUI – 7 Prinsip HACCP

  1. Menetapkan sistem monitoring dengan cara pengujian. Monitoring berarti secara berkesinambungan memastikan bahwa titik kritis diukur untuk melihat apakah dalam kondisi terkendali. Monitoring adalah kegiatan sangat penting dalam HACCP. Monitoring dan hasilnya dapat memberikan peringatan kepada perusahaan mengenai trend apakah titik kritis dalam kondisi yang baik. Perusahaan harus mengembangkan prosedur untuk melakukan monitoring ini.
  2. Menetapkan tindakan perbaikan.Tindakan koreksi harus segera dilakukan apabila ada ketidak sesuaian atau non conformance. Ketidaksesuaian adalah apabila nilai batas kritis terlampaui. HACCP fokus pada tindakan pencegahan sebelum mengakibatkan pencemaran kepada makanan. ketika batas kritis dilewati makan manajemen harus melakukan perbaikan segera. Tindakn perbaikan harus dilakukan oleh karyawan yang telah mendapat pelatihan bagaimana untuk melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan.
  3. Menetapkan prosedur verifikasi. Tindakan verifikasi untuk mengeccaluasi kesesuaian dengan rencana HACCP. Selain sampling atau uji petik juga termasuk kalibrasi alat ukur dan juga rekaman hasil pengujian. Pada prinsipnya prosedur verifikasi memasitkan sistem HACCP berjalan dengan efektif. Apakah ada perubahan dalam proses dan bagaimana dampaknya terhadap titik kritis, apakah ada titik kritis baru dengan peubahan ini? Termasuk bagaimana cara meningkatkan efektifitas penerapan HACCP.
  4. Mengembangkan prosedur dan sistem rekaman yang baik. Apakah dokumentasi dan rekaman telah dikendalikan dengan baik? Rekaman adalah sumber data dan informasi yang harus memberikan masukan kepada manajemen mengenai sejarah perubahan bahan. Dokumen dan Rekaman juga menjelaskan tahapan proses, masalah-masalah yang timbul dalam produksi termasuk hasil identifikasi titik kritis dan hasil monitoringnya.

Hubungi Konsultan HACCP

7 Prinsip HACCP ini menjadi dasar penerapan sistem manajemen keamanan pangan di perusahaan.

Hubungi Cipta Mutu Prima untuk penerapan HACPP dan ISO 22000 di Email : ciptamutuprima@gmail.com

Incoming search terms : Konsultan Halal, 7 Prinsip HACCP

Konsultan Sertifikat Halal MUI

Konsultan Sertifikat Halal MUI. Cipta Mutu Prima telah membimbing perusahaan untuk mencapai Sertifikat Halal HAS 23000 LPPOM MUI. Sertifikat Halal MUI dapat diperoleh dengan menerapkan Sistem Jaminan Halal yang meliputi dokumen Manual Halal dan Prosedur-Prosedur Halal.

Konsultan Sistem Jaminan Halal (SJH) kami telah mempunyai pengalaman mengaudit SJH kurang lebih selama 18 tahun di berbagai perusahaan di dalam negeri dan luar negeri.

Kami dapat membantu perusahaan untuk mengembangkan dan menerapkan Sistem Jaminan Halal untuk mendapatkan Sertifikat Halal MUI.

Tahapan Persiapan Sistem Jaminan Halal

Konsultan Halal akan melakukan kajian awal sistem yang ada dalam perusahaan dan membandingkannya dengan persyaratan HAS 23000 Sistem Jaminan HalalHasil kegiatan ini berupa laporan yang akan disampaikan kepada manajemen untuk mendapatkan masukan apa saja yang harus dilaksanakan sebagai persiapan pengembangan Sistem Jaminan Halal

Pelatihan Halal diberikan Konsultan Halal kepada Tim Halal Perusahaan yang dibentuk. Perwakilan dari perusahaan juga wajib mengikuti Pelatihan Halal yang dilaksanakan oleh LPPOM MUI.

Perusahaan harus menunjuk Koordinator Halal yang bertanggung jawab atas pengembangan dan penerapan SJH dalam ruang lingkup produk yang disertifikasi Halal.

Apabila perusahaan telah memiliki prosedur ISO 9001 atau ISO 22000, maka Konsultan Halal akan mengintegrasikan persyaratan HAS 23000 ke dalam prosedur yang telah ada. Apabila perusahaan belum memiliki sertifikasi ISO 9001 dan atau ISO 22000 maka Konsultan Halal akan melakukan tinjauan dokumentasi dan mengembangkan prosedur Halal yang dipersyaratkan standar HAS 23000.

Kerahasiaan produk yang harus ditinjau dan diperiksa kehalalannya dalam persiapan Sertifikasi Halal dinyatakan dalam kontrak kerjasama (confidentiality agreement) yang disetujui bersama, sehingga seluruh kerahasiaan perusahaan dapat terjamin dengan baik.

Pelatihan Audit Internal dilaksanakan untuk memastikan perusahaan mampu melakukan audit internal terhadap Sistem Jaminan Halal. Auditor Halal Internal harus mendapat pelatihan pemahaman persyaratan Halal Assurance System 23000. Konsultan Halal membimbing pelaksanaan Audit Internal Halal dan melaporan efektifitas penerapannya kepada manajemen puncak.

Tindakan perbaikan dan pencegahan harus dilaksanakan untuk menindaklanjuti temuan Audit Internal Halal dan dilaporkan dalam Rapat Tinjauan Manajemen. Konsultan Halal juga akan memastikan SJH telah diterapkan dengan efektif dan siap untuk diaudit oleh LPPOM MUI. Konsultan Halal akan membantu perusahaan untuk dapat mengisi CEROL yang merupakan aplikasi untuk proses pendaftaran sampai dengan pemeliharaan sertifikasi Halal LPPOM MUI.

LPPOM MUI akan melakukan audit on-site ke perusahaan untuk memastikan seluruh dokumentasi SJH telah dikembangkan dan diterapkan oleh perusahaan.

Perusahaan harus menunjukkan bukti-bukti penerapan SJH untuk memastikan kehalalan produk.

Konsultan Sertifikat Halal MUI

Untuk Konsultansi Halal HAS 23000 dapat menghubungi kami Cipta Mutu Prima Konsultan ISO dan Sistem Jaminan Halal di contact phone/WhatsApp : 0811-8859-ISO(476) atau email: ciptamutuprima@gmail.com

Konsultan Halal akan mempresentasikan tahap-tahap yang wajib dipenuhi bagi perusahaan yang ingin mendapatkan Sertifikat Halal mulai dari  pembentukan Tim Halal dan Pelatihannya, Pengembangan Dokumentasi Sistem Jaminan Halal, Review Bahan Baku dari Pemasok, Penerapan Sistem Jaminan Halal, Pelatihan Audit Internal Halal dan Pendampingan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan Hasil Audit Internal sampai dengan Audit Sertifikasi dari LPPOM MUI.

Cipta Mutu Prima | Konsultan Sertifikat Halal MUI